Laporkan Masalah

EVALUASI PINJAMAN TUNDA TEBANG DANA BERGULIR DI KABUPATEN PACITAN

TRI WAHYU ALMADINA , Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pinjaman Tunda Tebang FDB-HR bertujuan untuk mendukung upaya menunda penebangan pohon sampai umur masak tebang serta memberdayakan petani melalui usaha produktif. Program sebelumnya menyisakan permasalahan seperti banyaknya tunggakan dan penggunaan dana yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik debitur, (2) mengetahui pemanfaatan pinjaman, (3) mengevaluasi pelaksanaan program dan (4) mengevaluasi efektifitasnya. Penelitian ini dilaksanakan di 8 kelompok tani yang tersebar di 8 desa dan 4 kecamatan di Kabupaten Pacitan. Jumlah responden sebanyak 73 orang yang ditentukan secara purposive yang merupakan anggota kelompok tani penerima pinjaman pada tahun 2014 dan 2015. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan dilanjutkan dengan kuantifikasi indikator untuk mengevaluasi pelaksaanaan dan efektifitasnya. Temuan-temuan penting dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mayoritas responden bermata pencaharian sebagai petani (63,01%), luas lahan garapan rata-rata 1,52 ha/KK, rata-rata pendapatan sebesar Rp608.612/bulan, (2) pemanfaatan dana pinjaman digunakan untuk modal usaha (68,93%) dan untuk kebutuhan konsumtif (31,07%). (3) Pelaksanaan program pinjaman tunda tebang berada pada kategori cukup baik. (4) Program pinjaman tunda tebang cukup efektif mencapai tujuannya yang ditandai dengan adanya beberapa aspek yang tercapai sebagai berikut: (1) peningkatkan pendapatan petani, (2) berkembangnya usaha produktif, (3) membantu dalam perbaikan sistem administrasi kelompok tani, dan (4) peningkatan interaksi antara kelompok tani dengan kelompok masyarakat lainnya.

Loan Delay Cutting FDB-HR aims to support the efforts to delay cutting of trees in felling mature age and empowering farmers through productive enterprises. A similar previous program leaving issues such as the number of arrears and sub-optimal use of funds. This study aims to: (1) describe the characteristics of the debtor, (2) identify the use of loan, (3) evaluate implementation of the program (4) evaluate its effectiveness. This study was conducted in 8 farmer groups in 8 villages and 4 districts in Pacitan. The number of respondents was 73 people were purposively determined which is the member of farmer group who received loans in 2014 and 2015. The analysis was done using descriptive approach followed by indicators quantification to evaluate program implementation and effectiveness. Key findings from this study were as follows: (1) the majority of respondents are farmers (63.01%), arable land area average of 1.52 ha/household, with an average income of Rp608.612/months, (2) the loan was used for working capital by 68.93% and for consumer needs by 31.07%. (3) The implementation of the program was categorized as good enough. (4) Related to its objectives, the program was effective enough. Such objectives of the program: (1) increasing farmers' income, (2) the development of productive enterprises, (3) assist in the improvement of the administrative system of farmer groups, (4) increased interaction between farmer groups and other social groups were achieved.

Kata Kunci : evaluasi, efektifitas, pinjaman tunda tebang, hutan rakyat/evaluation, effectiveness, delay cutting loan, private forest

  1. S1-2016-341149-abstract.pdf  
  2. S1-2016-341149-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-341149-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-341149-title.pdf