Tanggapan Beberapa Kultivar Kedelai ( Glycine max (L.) Merr. ) terhadap Perlakuan Tanpa Pemupukan
BAGUS SEPTIAWAN NUGROHO, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip.Agr.St ; Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M. Sc.
2016 | Skripsi | S1 AGRONOMIPenelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan kultivar yang memberikan hasil tinggi pada kondisi tanah tanpa pemupukan, hanya mengandalkan residu pupuk tanaman padi sawah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai September 2014 di pekarangan warga di Dusun Mandungan I, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Yogyakarta dengan ketinggian wilayah 113 m di atas permukaan laut, tipe tanah regosol, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal diulang tiga kali. Variabel yang diamati diantaranya adalah tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang akar, volume akar, jumlah bintil dan bobot kering tanaman. Sedangkan analisis pertumbuhan yang diamati diantaranya adalah LAB, IP, LPN, BDK, dan NLD. Data hasil analisis pengamatan dianalisis dengan analisis varian dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kultivar Mahameru mempunyai bobot biji per 2 tanaman tertinggi (19,93 gram) dibandingkan dengan kultivar yang lain sesuai dengan kondisi penerapan kondisi teknologi minimum yaitu tanpa pemupukan
This study aims to Getting cultivars that give high yields on soils without fertilizer, fertilizer residue rely solely on rice crops. This research was conducted from April to September 2014 in the yard of residents in the Mandungan I, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Yogyakarta with heights of 113 m above sea level, soil types regosol, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with single-factor repeated three times. The variables measured include plant height, stem diameter, leaf area, root length, root volume, nodule number and dry weight of plants. While the analysis of growth observed include the LAB, IP, LPN, BDK, and NLD. Data analysis results were analyzed by analysis of variance and if there is a significant difference continued with Duncan Multiple at 5% level. The results showed that the cultivars Mahameru have grain weight per two crops (19.93 grams) in comparison with other cultivars in accordance with the conditions of application of the minimum technological conditions, without fertilization
Kata Kunci : Mahameru, tanpa pemupukan, residu pupuk padi