Inovasi Kelompok Masyarakat Dalam Melestarikan Hutan Mangrove Di Desa Lubuk Kertang
JOHAN KAMALUDIN, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Kerusakan dan ketidaktahuan fungsi hutan mangrove oleh manusia, telah menyebabkan kerusakan hutan mangrove hampir di seluruh dunia, termasuk di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat. Pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove yang berbasis kelompok masyarakat khususnya masyarakat lokal/setempat di Desa Lubuk Kertang adalah pendekatan pengelolaan yang melibatkan kerjasama antara masyarakat setempat (dalam wadah kelompok) beserta pemerintah dan swasta, dimana partisipasi masyarakat tersebut secara aktif dilakukan dari mulai perencanaan yang berkaitan dengan penentuan kebijakan strategis sampai pada pelaksanaannya bahkan sampai ke tahap pengawasannya. Kelompok masyarakat yang dimaksud ada dua kelompok, yaitu Kelompok Mekar sebagai pengelola hutan mangrove dan Kelompok Tani Abadi Mangrove sebagai pemanfaat hasil hutan mangrove. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan purpossive sampling dalam pemilihan informannya. Teknik wawancara menggunakan wawancara mendalam agar dapat mendapatkan informasi yang lengkap dari informan. Observasi dilaksanakan secara non-partisipan, studi pustaka dilakuakan utuk melengkapi data penelitian atas penelitian sebelumnya dan dokumentasi menggunakan dokumentasi pribadi. Hasil temuan di lapangan kemudian ditriangulasikan untuk mendapatkan data yang valid. Selanjutnya proses analisa data lalu kesimpulan. Hasil dari peneilitian ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat di Desa Lubuk Kertang berinovasi dalam melestarikan hutan mangrove yang ada di Desa Lubuk Kertang dengan cara memanfaatkan hutan mangrove melalui ekowisata mangrove yang dikelola Kelompok Mekar dan membuat produk olahan mangrove dari Kelompok Tani Abadi Mangrove. Inovasi yang dilakukan memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan, memiliki ciri atau unsur kebaruan dalam arti suatu inovasi memilki kadar orisinalitas dan kebarua, program yang terencana melalui persiapan secara matang dengan program yang jelas, dan memiliki tujuan arah yang ingin dicapai, termasuk strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Keberadaan ekowisata mangrove. Inovasi ini mendorong masyarakat luas untuk peduli dan melestarikan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang. Kegiatan yang dilakukan juga tidak selalu berkaitan dengan manajerial ekowisata atau produk olahan mangrove, namun kegiatan lain yang bentuknya pengelolaan hutan mangrove, seperti konservasi, penanaman, dan pembentukan Daerah Perlindungan Mangrove.
Damage and ignorance functions of mangrove forests by humans, has caused the destruction of mangrove forests almost throughout the world, including in the village of Lubuk Kertang, District Berandan Barat, Langkat. Management and utilization of mangrove forest-based communities, especially the local community is a management approach that involves cooperation between local communities (in the group) along with government and private sector, where community participation is actively conducted from planning relating to the determination of strategic policy to in practice even to the stage of supervision. The active involvement of all elements in the village of Lubuk Kertang in preserving mangrove forests is interesting because as the prototype development of coastal areas. Such community there are two groups, namely Kelompok Mekar as mangrove forest managers and Kelompok Tani Abadi Mangrove as beneficiaries of mangrove forest products. This study uses a qualitative method with purposive sampling wide approach in the selection of his informant. Interview techniques using in-depth interviews in order to get full information from informants. Observations carried out for non-participants, A literature study weeks to complete the research data on previous research and documentation using personal documentation. The findings in the field and then triangulated to get valid data. Furthermore, the process of data analysis and conclusions . The results of this study indicate that the communities in Lubuk Kertang innovating to preserve the mangrove forests in the village of Lubuk Kertang by utilizing the mangrove forest through ecotourism managed mangrove Kelompok Mekar and make refined products from the mangrove Kelompok Tani Abadi Mangrove. Innovation committed has distinctive features in terms of ideas, programs, structure, system, including the possibility of the expected results, has a characteristic or element of novelty in the sense of an innovation have the level of originality and novelty, planned programs through the preparation thoroughly with a clear program, and purposeful direction to be achieved, including strategies to achieve those objectives. This innovation encourages the public to care and preserve the mangrove forests in the village of Lubuk Kertang. Activities that do not always related to management of mangrove eco-tourism or processed products, but other activities are shaped mangrove forest management, such as conservation, planting, and the establishment of Daerah Perlindungan Mangrove (DPM).
Kata Kunci : Kata Kunci: Hutan Mangrove, Ekowisata Mangrove, Produk Olahan Mangrove, Inovasi.