China's Rising Energy Demand and it's Influence on the Diaoyu Dispute
A.R.R. CHANDRA B., Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, S.I.P, M.A. (IR)
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL"Keajaiban ekonomi" yang dialami oleh Tiongkok telah memberi dampak positif pada banyak sektor, khususnya pada sector manufaktur. Namun "keajaiban ekonomi" tersebut juga telah memberikan tantangan-tantangan baru kepada pemerintah setempat, termasuk dalam tantangan teresbut adalah permasalahan mengenai energy. Tiongkok sekarang sedang mengalami krisis energy dimana kebutuhan energi domestik melampaui persediaan yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan energy, Tiongkok telah membuat beberapa kebijakan, seperti membuat hubungan diplomatis dengan negara-negara yang kaya akan energi di Asia dan Afrika dan mengklaim pulau-pulau yang kaya energi. Pulau Diaoyu menjadi bagian dari strategi tersebut walaupun ditentang keras oleh Jepang dan Taiwan. Perlawanan yang diberi oleh Jepang dan Taiwan membuat Tiongkok merencanakan strategi-strategi baru, seperti menggunakan militer sebagai proyeksi kekuatan dan otoritas atas pulau tersebut. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga mempergunakan sentimen-sentimen anti-Jepang yang sudah ada di masyarakat untuk keuntungan pemerintah dalam menjustifikasi penggunaan kebijakan-kebijakan agresif dalam sengketa tersebut. Untuk memahami sengketa Diaoyu, penulis menggunakan konsep "energy security" dan teori "historical security materialism". Konsep "energy security" digunakan untuk menjelaskan krisis energi di Tiongkok dan penggunaan militer dalam sengketa. Sedangkan teori "historical security materialism" memberi penjelasan lebih bagaimana Tingkok melihat Jepang dan Taiwan dalam sengketa tersebut serta bagaimana Tiongkok menggunakan semua cara untuk klaim pulau Diaoyu.
China's so-called "economic miracle" has had tremendous positive effect on numerous sectors, particularly to its manufacturing sector. However, it has also presented the Chinese government with newer challenges, including energy. China is currently experiencing an energy crisis in which domestic energy demand exceeds energy supply. In order to keep up with demand, China has had to formulate certain policies, like creating diplomatic ties with energy-rich countries in Asia and Africa and claiming energy-rich islands. The Diaoyu islands falls within this strategy, as China's claim has been met with resistance from Japan and Taiwan. This made China devise new strategies, including the use of Chinese military to project power and authority over the islands. Additionally, China would also use existing anti-Japanese sentiments among its populace to the government's advantage, in order to justify the use of aggressive policy in the dispute. In order to understand the issue, the author use the concept of energy security and the theory of historical security materialism as it is applied towards energy security. Energy security is to explain China's energy crisis and the use of its military in the Diaoyu dispute. Historical security materialism provides a further explanation on how China sees Japan and Taiwan and how it would use everything to successfully claim the islands.
Kata Kunci : China, energy security, Diaoyu islands, historical security materialism