China's Air Defense Identification Zone and Its Implications towards Regional Security
WISNU DEWANTO H., Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, S.I.P., M.A.(IR)
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALZona Identifikasi Pertahanan Udara yang ditetapkan oleh Tiongkok pada tahun 2013 yang mencakup pulau-pulau Senkaku/Diayou telah meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara tetangganya. Upaya agresif oleh Tiongkok untuk memperkuat pengaruhnya di Asia Timur telah menyebabkan kekhawatiran yang menyebabkan meningkatnya aktivitas militer di kawasan itu. Negara-negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan sangat menentang dan menganggap keputusan ini sabagai tindakan yang sembrono dan tidak diperlukan. Dengan manuver ini Tiongkok telah mengganggu stabilitas dan kesatuan kerjasama keamanan dan hubungan antar negara di Asia Timur. Kejadian ini telah menarik respon yang berbeda dari negara-negara di seluruh wilayah Asia Timur. Penelitian ini menggunakan dua konsep untuk membantu lebih memahami masalah ini. Yang pertama adalah "security dilemma", yang digunakan untuk menjelaskan muncul dan meningkatnya militer di Asia Timur sebagai respon terhadap tindakan Tiongkok. Dengan meningkatnya ketidakamanan di antara tetangga, negara-negara Asia Timur merespons kebijakan Tiongkok dengan meningkatkan kemampuan militer sebagai mekanisme pertahanan. Kedua, teori Barry Buzan "Regional Security Complex Theory" adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang pentingnya keamanan regional, faktor apa saja yang membentuk keamanan regional, dan bagaimana Tiongkok telah menghambat mekanisme keamanan di wilayah tersebut.
The Air Defense Identification Zone (ADIZ) declared by China in 2013 over the disputed Senkaku/Diayou islands has raised the tension between China and its neighboring states. China's continuous aggressive efforts to assert its influence in East Asia have caused insecurities which led to the rise of military activities in the region. Countries like Japan and South Korea highly opposed this decision and perceived it as reckless and unnecessary. With this maneuver China has disturbed the stability and the unity of the security interdependence and relations in East Asia. It has attracted different response from countries all around the region. This research uses two concepts to better understand the issue. The first is "security dilemma", which is used to explain the rise of military in East Asia as response to China. With growing insecurities among neighbors, East Asian countries responded to China's policy with increasing military capabilities as defense mechanism. Second, Barry Buzan's "Regional Security Complex Theory" is to provide clear insight on the importance of regional security, what makes regional security, and how China's ADIZ disturbed the security mechanism in the region.
Kata Kunci : Tiongkok, Zona Identifikasi Pertahanan Udara, Sengketa Senkaku/Diayou, Keamanan Regional / China, ADIZ, Senkaku/Diayou disputes, regional security