Laporkan Masalah

RESPON DAN STRATEGI TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL ANAK (Studi Pada Masyarakat Prenggan Kecamatan Kotagede Yogyakarta)

ERMA SETYO WIENARI, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos., M.A

2016 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

ABSTRAKSI Kasus kekerasan seksual pada anak (KSA) bukanlah suatu persoalan sosial baru. Keberadannya sering diumpamakan sebagai fenomena gunung es, yang tiada hentinya. Kasus demi kasus terjadi silih berganti tanpa mengenal kapan, dimana dan kepada siapa ia menimpanya. Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak menjadi lonceng khususnya bagi orang tua untuk melakukan pencegahan. Orang tua yang cerdas, memiliki berpendidikan tinggi dianggap mampu melakukan penyesuaian diri terhadap perubahan-perubahan guna mengantisipasi persoalan yang ada termasuk mencegah terjadinya kasus kekerasan seksual pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual anak terhadap tindakan pencegahan kekerasan seksual anak. Selain itu juga melihat respon juga strategi yang dilakukan oleh orang tua di wilayah Prenggan Kecamatan Kotagede dalam menyikapi adanya kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mix methode dengan penekanan pada metode kuantitatif. Hal ini untuk melihat hubungan antar variabel, digunakan analisis data chi square dan mengeksplorasi respon dan strategi orang tua terhadap kekerasan seksual anak. Sampel yang diambil adalah 100 orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak usia 1-18 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, rata-rata pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual anak masih rendah. Meskipun demikian terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua terhadap tindakan pencegahan kekerasan seksual pada anak. Kedua, terdapat respon yang berbeda dalam melihat urgensi tindakan pencegahan kekerasan seksual anak. Respon tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial dan proses dalam diri orang tua (desire, believe and oprtunity) untuk melakukan tindakan pencegahan. Ketiga, terdapat empat strategi pendekatan yang dilakukan oleh orang tua di wilayah Prenggan dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual anak. Pendekatan-pendekatan tersebut antara lain, pendekatan religi, sosial, digital parenting dan edukasi seks. Keempat, upaya pencegahan kekerasan seksual anak yang dilakukan di wilayah Prenggan tidak sepenuhnya berada ditangan orang tua. Melainkan adanya bantuan dari mekanisme sosial masyarakat Prenggan dengan basis nilai-nilai kemasyarakatan yang turut andil dalam menciptakan lingkungan yang aman dari kekerasan seksual anak. Sehingga keterbatasan orang tua Prenggan dalam melakukan tindakan pencegahan kekerasan seksual pada anak dapat mendapatkan dorangan dari luar keluarga yang diperankan oleh lembaga kemasyarakatan di Prenggan

ABSTRACT Cases of child sexual abuse (CSA) are not new social issue. They are often referred as the phenomenon of icebergs, which are incessant. Cases one by one occurred anytime, anywhere and to anyone. Rampant cases of child sexual abuse become warning especially for parents to do prevention. Smart parents who have high education are considered able to adapt themselves to changes in order to anticipate the existing issues including to prevent the occurrence of cases of child sexual abuse. Therefore, this study aimed to see the relationship between the level of education and knowledge of parents about child sexual abuse towards the prevention act of child sexual abuse. It also saw the response and strategy done by parents in the area of Prenggan sub-district of KotaGede in addressing the existence of child sexual abuse. This research employed the research method of mix method with an emphasis on quantitative methods. This was to see the relationships between variables. The data analysis chi square was used and the responses and strategies of parents towards the child sexual abuse were explored. Samples of 100 parents (father or mother) who had children aged 1-18 years were taken. The results of this research show that first; the average of parent knowledge about child sexual abuse is still low. However, there is a significant relationship between the level of education and knowledge of the parents towards the prevention act of child sexual abuse. Second, there is a different response in viewing the urgency of child sexual abuse prevention act. The response is influenced by social environmental conditions and processes in the parents themselves (desire, believe and opportunity) to perform a preventive act. Third, there are four approach strategies done by parents in the area of Prenggan in conducting child sexual abuse prevention. The approaches are religious, social, digital parenting and sex education. Fourth, efforts of child sexual abuse prevention, which are undertaken in the area of Prenggan, are not entirely in the parents hands, nevertheless, there is an assistance from the community social mechanism of Prenggan with a base of civic values, which contributes in creating an environment that is safe from the child sexual abuse. Therefore, parents limitations in the area of Prenggan in performing the child sexual abuse prevention act can get supports from outside of the family that is done by societal institutions at Prenggan

Kata Kunci : Pencegahan KSA, Respon , Strategi, Mekanisme Sosial / Prevention of CSA, Responses, Strategies, Social Mechanism