Laporkan Masalah

Evaluasi kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar bagi pedagang golongan ekonomi lemah :: studi kasus daerah perkotaan

LUBIS, Batara Diapari, Prof.Dr. Sofian Effendi

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Karena kebutuhan dan keinginan konsumen atau masyarakat yang semakin meningkat dan perluasan pemukiman yang membutuhkan sarana perbelanjaan maka terjadi persaingan antara pasar modern dan pasar tradisional. Lambannya perkembangan pasar tradisional selain dikarenakan terbatasnya dana pengembangan juga karena konsumen beralih dari pasar tradisional ke pasar modern. Hal inilah yang menjadi latar belakang perlunya suatu evaluasi kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar bagi pedagang golongan ekonomi lemah. Dengan demikian perlu dikaji : 1. Seberapa jauh kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar bagi pedagang golongan ekonomi lemah dapat dilaksanakan. 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengevaluasi kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar bagi pedagang golongan ekonomi lemah. 2. Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan hambatan kebijakan pengembangan dan pembangunan pasar. Kerangka konsep analisa hubungan antara variabel penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi variabel bebas adalah policy variable dan sebagaii variable tergantung adalah outcome variable. Selain itu adapula variable antara yaitu situational variable. Dalam penelitian ini, data-data diperoleh dari data sekunder dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian diperoleh turunnya pertumbuhan pasar tradisional, jumlah pedagang golongan ekonomi lemah banyak yang tidak aktif, kurangnya pemilikan modal sendiri dari pedagang, masih rendahnya tingkat pendapatan pedagang golonngan ekonomi lemah. Dengan adanya kebijakan perkreditan maka pemerataan dalam bidang perkreditan makin dapat terlaksanakan. Sebagai eksistensi implementasi dari kebijakan yang dibuat, pada dasarnya bagaimana pengembangan usaha pedagang ekonomi lemah di pasar inpres mampu bersaing lebih layak dengan pasar modern/swalayan. Dengan kemudahan yang diberikan kepada pedagang untuk menempati pasar tradisional maka hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk dapat bersaing secara kompetitif di era pasar bebas/globalisasi tentunya. Tahun 1999 – 2000 pedagang yang menempati kios mengalami kenaikan tajam yaitu dari 82,75% menjadi 86 %. Ini disebabkan oleh terjangkaunya pedagang golongan ekonomi lemah untuk menempati kioskios strategis yang ada.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Kebijakan Pemda,Pembangunan Pasar,Pedagang Lemah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.