Diplomasi Uni Eropa dalam Penerapan Standar Bisnis Pasar Global Studi Kasus : Implementasi International Financial Reporting Standards dalam Kesepakatan G20 Summit Tahun 2008
INA LAILATUS SIAMI , Prof. Dr. Mohtar Masoed
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya diplomasi ekonomi Uni Eropa dalam mencapai penerapan standar bisnis dalam pasar global. Adanya standar laporan keuangan dinilai menjadi kebutuhan bagi pelaku pasar modal lintas negara. International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) dan telah diterapkan oleh Uni Eropa sejak 2005. Karena krisis keuangan yang terjadi, KTT G-20 akhirnya digelar dan menghasilkan prinsip Strengthening Transparency and Accountability yang didalamnya memuat isu penerapan standar akuntansi internasional yaitu IFRS. Perdebatan terjadi ketika pengaruh politik dari EU ke IASB menciptakan keraguan di negara berkembang yang akan menerapkan IFRS. Upaya diplomasi dilakukan oleh EU dan IASB dengan membentuk Economies Emerging Group (EEG) untuk meningkatkan keterlibatan negara berkembang dalam penyusunan IFRS. Upaya diplomasi Uni Eropa juga mendapat tantangan dari negara maju yaitu Amerika Serikat dan Jepang yang belum bersedia menerapkan IFRS untuk menggantikan standar akuntansi nasional mereka. Upaya diplomasi yang komprehensif diperlukan untuk mewujudkan IFRS sebagai dasar pelaporan keuangan tunggal yang diakui di seluruh dunia.
The purpose of this study was to determine the EU's economic diplomacy efforts in achieving the standard implementation of business in global markets. A single financial reporting standards is considered to be a need for cross-border capital market participants. International Financial Reporting Standards (IFRS) are accounting standards issued by the International Accounting Standards Board (IASB) and has been adopted by the European Union since 2005. Since the financial crisis, the G-20 summit was held and eventually produce Strengthening Transparency and Accountability principle that includes the issue of the application of international accounting standards, namely IFRS. The debate occurred when the political influence of the EU to the IASB create doubt in developing countries that will implement IFRS. Diplomatic efforts made by the EU and the IASB to form the Emerging Economies Group (EEG) to increase the involvement of developing countries in the preparation of IFRS. EU diplomatic efforts are also being challenged by developed countries, such as United States and Japan are not willing to apply IFRS to replace their national accounting standards. A comprehensive diplomatic effort needed to make IFRS as the basis of a single financial reporting that are recognized throughout the world.
Kata Kunci : Uni Eropa, IASB, IFRS, G-20