Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP POLA TANAM AGROFORESTRI (Studi Kasus di KTH JASEMA Dusun Pancuran, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul)

DWI WAHYU PERMANA, Dr. Ir. Lies Rahayu, M.P.

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Pola pertanaman agroforestri dapat memberi dampak yang baik bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, apa yang dirasa dan dipikirkan oleh masyarakat iyu sendiri bisa saja meleset dari teori yang telah diungkapkan. Sejauh mana masyarakat memiliki suatu persepsi terhaadap pengelolaan hutan rakyat berbasis agroforestri, seberapa jauh para masyarakat telah memahami dampak pengelolaan hutan rakyat berbasis agrofrestri yang telah dilakukan, beserta perlu atau tidaknya dilakukan perbaikan dan pengembangan terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pola tanam agroforestri di Dusun Pancuran, Desa Terong, Kec. Dlingo, Kab. Bantul. Penelitian ini dilakukan di Dusun Pancuran, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah non probabilitas dengan menggunakan purposive sampling. Anggota yang diberi kuesioner merupakan 30 anggota aktif kelompok tani JASEMA Dusun Pancuran, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Data yang diperoleh selanjutnya akan diskoring dan dibagi dalam 3 kelas, yakni tinggi, sedang, dan rendah, dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pola tanam agroforestri di Dusun Pancuran ini terbilang baik. Hasil skor pada kriteria ekologi adalah tinggi. Begitu juga hasil skor yang diperoleh pada krietria sosial dan ekonomi yang menunjukkan hasil tinggi. Hasil tersebut menegaskan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap pola tanam agroforestri dalam pengelolaan hutan rakyat. Masyarakat mengangap bahwa pola tanam agroforestri dalam pengelolaan hutan rakyat dapat memberikan dampak baik khususnya bidang ekologi, sosial, dan ekonomi.

Agroforestry cropping pattern can give a good impact for an enviroment, economy, and social community. These things give an welfare enhancement to the community. But, what they considered and thought by the community itself could be different from the theory. How far the community has had a perception to agroforestry based private forest, how far the community has understand the impact of agroforestry based private forest, and need or not the activities to be fixed and developed. The objectives is to find out community perception on agroforestry cropping pattern in Pancuran Village, Terong Village, Subdistrict of Dlingo, District of Bantul. The research conducted in Pancuran Village, Terong Village, Subdistrict of Dlingo, District of Bantul. The used method was non probabilty with purposive sampling that used. Member who got questionnaire are active member of JASEMA farmer group in Pancuran Village, Terong Village, Subdistrict of Dlingo, District of Bantul. The Data will be scored and divided to 3 classes, high, medium, and low, then it analyzed descriptively The result shows that community perception on agroforestry cropping pattern in Pancuran Village is good. The score of ecological criteria was high, as well as social criteria, and economic criteria. The result confirm that the communtiy has a good perception on agroforestry cropping pattern on private forest management. The community think that agroforestry can give a good impact especially to ecological sector, social sector, and economic sector.

Kata Kunci : persepsi, masyarakat, agroforestri, hutan rakyat

  1. D3-2016-344480-abstract.pdf  
  2. D3-2016-344480-bibliography.pdf  
  3. D3-2016-344480-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2016-344480-title.pdf