Laporkan Masalah

ADOPSI DEMPLOT PERTANIAN DI LAHAN MASYARAKAT DALAM MEMINIMALISASI PERAMBAHAN KAWASAN SUAKA MARGASATWA PALIYAN YOGYAKARTA

BAGUS SETYAWAN, Dr. Ir. Lies Rahayu W.F, M.P.

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Suaka Margasatwa (SM) Paliyan merupakan kawasan yang berhutan dengan luas 434,834 ha. Pada tahun 2000, terdapat perubahan fungsi kawasan dari kawasan hutan produksi menjadi Suaka Margasatwa Paliyan. Permasalahan yang muncul akibat perubahan kebijakan ini yaitu konflik lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adopsi demplot pertanian yang dilakukan masyarakat di sekitar Suaka Margasatwa Paliyan Yogykarta. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Adopsi demplot pertanian yang dilakukan masyarakat di lahannya sendiri yakni mencapai nilai/bobot 40,57 % yang masuk dalam kriteria SEDANG. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya melakukan adopsi seperti yang telah diajarkan pada demplot pertanian. Adopsi demplot pertanian dalam meminimalisasi perambahan kawasan Suaka Margasatwa Paliyan Yogyakarta tidak berjalan dengan baik. Terbukti jumlah penggarap lahan di dalam kawasan Suaka Margasatwa pada bulan Februari 2016 mencapai 815 orang. Jumlah tersebut terus mengalami kenaikan tiap tahunnya.

Paliyan Wildlife Sanctuary is 434.834 hectar forested area. In 2000, there were changed in the function from production forest area into Paliyan Wildlife Sanctuary. The problems that arise as a result of this policy changed is land conflict. The objective of this study is to determine the adoption of agriculture plots were made public in their own land. The research method is descriptive method with quantitative approach. Data was collected by using a questionnaire. Sampling using cencus technique. Adoption of agriculture plots were made public in their own land, reaching the value/weight 40.57 % which included to MEDIUM criteria. This showed that the public did not fully carry out adoption as it has been taught on the agriculture plots. Adoption of agriculture plots to minimize encroachment area of Paliyan Wildlife Sanctuary Yogyakarta is not going well. Proven number of tenants of land within the area Wildlife Sanctuary in February 2016 reached 815 people. That number continues to increase every year.

Kata Kunci : Paliyan Wildlife Sanctuary, adoption of agriculture plots, encroachment area


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.