HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG ASMA TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
QORIATUL KHASANAH, dr. I Dewa Putu P.S., Sp.PD., K-Ger; Dr. Heny Suseani P., S.Kp., M.Kes
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Tujuan terapi asma adalah mengontrol dan mempertahankan gejala asma dimana kontrol asma bergantung pada dua hal yakni mendapatkan pelayanan medis dan memiliki keterampilan manajemen asma yang baik. Fenomena kunjungan berulang pasien asma ke pelayanan kesehatan menunjukkan kurangnya manajemen asma pada pasien. Adapun kunci penting dalam manajemen asma pada diri sendiri adalah pengetahuan tentang asma Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang asma terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yaitu analitik korelatif dengan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah pasien rawat jalan usia dewasa (>20 tahun) yang terdiagnosis asma di poli penyakit dalam dan paru RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subyek penelitian berjumlah 42 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Asthma General Knowledge Questionnaire (AKGQ) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dimodifikasi oleh peneliti serta kuesioner Health Care Service Utilization yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil: Pengetahuan tentang asma pasien tergolong tinggi pada 30 orang sebesar 71,4%. Pemanfaatan pelayanan kesehatan tergolong rendah pada 31 orang sebesar 73,8%. Pemanfaatan pelayananan kesehatan yang sering digunakan adalah mengunjungi dokter spesialis paru sebanyak 32 orang sebesar 76,2%. Uji statistik korelasi menggunakan Spearman rank didapatkan nilai r sebesar 0,017 dan nilai p sebesar 0,914 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang asma terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Asma, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
Background: The purpose of asthma therapy is to control and maintain asthma symptom which is asthma control depend on medical treatment and skill of asthma management. The recurrent visit of asthmatic patient at healthcare service utilization showing a lack of asthma management in patient. The important key of asthma self-management is asthma knowledge Objective: To know the association between asthma knowledge to healthcare service utilization at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Method: This study was non experimental, analytic correlative with cross sectional design. Subject in this study was an adult asthmatic patient (>20 years old) who was diagnosed with asthma in internal medicine and pulmonology department at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Purposive sampling technic was used in this research. Total subject was 42 people. This research used Asthma General Knowledge Questionnaire translated in to bahasa Indonesia and modificated by researcher and also Health Care Service Utilization questionnaire that has been translated in to bahasa Indonesia by researcher. Data was analyzed with Spearman rank test. Result: Asthma knowledge in asthmatic patient was categorized as high in 30 person (71,4%). Healthcare service utlitization in asthmatic patient was categorized as low in 31 person (73,8%). The most frequently used healthcare service utilization is visiting pulmonology specialist, as many as 32 person (76,2%). Based on Spearman rank correlation test we obtained value of r = 0,071 and p value 0,914 (p>0,05). Conclusion: There is no association between asthma knowledge to healthcare service utilization at RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Keywords: Asthma Knowledge, Health Care Service Utilization
Kata Kunci : Pengetahuan Tentang Asma, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan