PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN JUMLAH PENGANGGURAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2013
RIZAL ASHARI, Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec.
2016 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SVKemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua Negara di Dunia, terutama Negara berkembang, seperti Indonesia termasuk Provinsi Jawa Tengah. Kemiskinan di Jawa Tengah terus meningkat meskipun demikian kualitas manusia yang ditunjukkan melalui IPM justru meningkat dan jumlah pengangguran juga mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Jawa Timur.Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa besar pengaruh variabel IPM dan Jumlah Pengangguran terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008-2013 menggunakan metode Analisis Regresi Linear Berganda data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah. Kecenderungan peningkatan IPM di Provinsi Jawa Tengah pada sebagian besar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah diiringi dengan penurunan jumlah penduduk miskin seperti yang terjadi di Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Semarang, dan Kota Pekalongan. Variabel jumlah pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah. Kecenderungan penurunan pengangguran di Provinsi Jawa Tengah pada sebagian besar Kabupaten/Kota di provisi Jawa Tengah di iringi dengan penurunan jumlah penduduk miskin seperti yang terjadi di Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal. Penelitian ini menemukan situasi yang unik di Kota Semarang tahun 2008-2013 yang memiliki jumlah pengangguran yang sangat tinggi namun jumlah penduduk miskinnya relatif sangat rendah.
Poverty is a problem faced by all countries in the world, particularly developing countries, such as Indonesia, including Central Java province. Poverty in Central Java continues to rise despite this human quality shown through IPM have been increasing and the number of unemployed also declined. The number of poor people in Central Java province in Indonesia's second largest after the East Java province. This study aims to analyze how and how much influence the HDI variable and Unemployment on the Number of Poor People in Central Java province in 2008-2013 using multiple linear regression analysis of panel data. The results showed that the variables IPM significant negative effect on the Number of Poor People in Central Java Province. IPM increasing trend in Central Java province in the majority of districts / municipalities in Central Java province is accompanied by a decrease in the number of poor people as happened in Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang and Pekalongan. While Unemployment positive and significant impact on the Number of Poor People in Central Java province. The downward trend in unemployment in Central Java province in the majority of districts / municipalities in Central Java Province is accompanied by a decrease in the number of poor people as happened in Magelang, Salatiga, Pekalongan and Tegal. This study found a unique situation in the city of Semarang in 2008-2013, has a number of very high unemployment, but the number of poor people is relatively low.
Kata Kunci : Jumlah Penduduk Miskin, IPM, Jumlah Pengangguran / Poverty rates, HDI, Unemployment