GERAKAN PRAMUKA DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Mengenai Peran Pemberdayaan Pramuka Universitas Islam Negeri Yogyakarta di Dusun Bungmanis, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
WONO WASIAT HADIYATNA, Danang Arif Darmawan, S.Sos, M.Si
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)INTISARI Pemberdayaan merupakan salah satu agenda publik yang telah banyak dilaksanakan oleh berbagai latar belakang lembaga. Dari lembaga pemerintah memang sudah memiliki program dengan tujuan pemberdayaan namun terkadang pendekatan pemberdayaan yang diberikan kurang tepat. Banyak implementasi program pemberdayaan yang menjadikan masyarakat sebagai obyek penerima dan pelaksana program saja. Jika masyarakat diposisikan selalu sebagai obyek dalam kondisi sosial yang normal, akan ada kecenderungan bahwa mereka semakin manja dan hasilnya menjadi ketergantungan. Selain itu, aturan yang mengikat dan kurang fleksibel menyebabkan metode pendekatan dari lembaga pemerintah kepada masyarakat menjadi terhambat. Disisi lain lembaga dengan latar belakang civil society justru dapat bergerak secara fleksibel. Salah satu bagian dari civil society yang dimaksud ialah organisasi pramuka. Organisasi pramuka merupakan salah satu organisasi yang melaksanakan kegiatan pemberdayaan. Salah satu organisasi pramuka yang sudah melaksanakan pemberdayaan ialah Pramuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pramuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki desa binaan di Padukuhan Bungmanis, Desa Pucanganom. Fokus program pemberdayaan yang dilaksanakan ialah bidang ekonomi, pendidikan dan pengetahuan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Pramuka UIN sebagai fasilitator dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Dusun Bungmanis, Desa Pucanganom, Kecamatan rongkop, Kabupaten Gunungkidul,DIY. Unit analisis penelitian ini adalah Pramuka UIN Sunan Kalijaga. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus Pramuka UIN, masyarakat, dan stakeholder terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya sebuah peran penting dari Pramuka dalam kegiatan membangun masyarakat melalui pelaksanaan program pemberdayaan terutama dalam mengembangkan kapasitas masyarakat, mendorong keswadayaan masyarakat, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Akan tetapi dari berbagai program yang dilaksanakan tersebut, peran Pramuka UIN baru dapat menyentuh pada penyadaran dan pengembangan kapasitas masyarakat. Dari sisi kemandirian masyarakat masih belum sepenuhnya terdorong. Hal tersebut dapat dilihat dari belum adanya keberlanjutan program pengolahan ketela menjadi tepung mokaf. Hal tersebut juga disebabkan karena belum terorganisirnya masyarakat dengan baik. Masyarakat belum memiliki wadah yang menjadi naungan mereka untuk bekerja secara kolektif. Kata Kunci : Peran, Fasilitator, Pemberdayaan, Pramuka
ABSTRACT Empowerment is one of the public agenda that has been widely implemented by many different institutions background. Government already has a program with empowerment approach but sometimes given less precise (failure). Unfortunately, many implementations of the empowerment program make the society only become an object of the goverment program. If society has always been positioned as an object in the normal social conditions, there will be a tendency that they will always become dependence. In addition, the rules that bind and less flexible caused approaching methodes from Government to society hampered. On the other hand the institution based on civil society can move flexibly. One of the civil society that mentioned is Scout Organization. The Scout organization is one of the organizations that carry out activities of empowerment. One of the Scout organizations that are already implementing the empowerment is the Scout of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The Scout of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta has a building village in Bungmanis, Pucanganom Village. The focus of empowerment program held on economy sector, education and knowledge. This research was done by the purposed to find out the scout of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta’s role as a facilitator in community empowerment. The research used qualitative descriptive method. The research located in the Bungmanis, Pucanganom, Rongkop District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. The analyzing unit of this research is the scout of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The research’s informants are the official member of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta’s scout, community, and related stakeholders. Collecting data method used observation, interview, and documentation. The result of the research shows that there is a critical role of Scouting activities in a community building through the implementation of the empowerment program especially in developing community capacity, pushing local cooperation, and increasing community participation. However, from the several programs that are implemented, the scout of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta’s role is just getting the awareness and the development of community’s capacity. From the society's independence side, it is still not fully pushed. It can be seen through there is no sustaining program of cassava processing to be mokaf starch. Beside it, the community has not been organized well. The community has not had a place that became their shade to work collectively. Keywords: role, facilitator, empowerment, scout
Kata Kunci : Peran, Fasilitator, Pemberdayaan, Pramuka