PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN SUHU PEMANASAN TERHADAP PERUBAHAN WARNA DAN KEAWETAN KAYU JATI PROSPEKTIF PERHUTANI (TECTONA GRANDIS L.F)
PURBA AJI PRIHATMOKO, Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL HUTANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi lama pengukusan dan suhu pemanasan dalam oven terhadap perubahan warna dan keawetan kayu..Sampel sebanyak 48 buah dibuat dari papan gergajian kayu jati JPP, yang didominasi oleh kayugubal, dengan pola flat sawn dengan ukuran 2 cm x 5 cm x 18 cm, sedangka nuntuk sampel kadar air (KA) 2 cm x 2 cm x 2 cm. Modifikasi dilakukan dengan melakukan interasksi pengukusan selama 0,4, dan 8 jam dengan suhu pemanasan dalam oven pada suhu 0, 100 derajat C, 150 derajat C, dan 180 derajat C. Pengukuran parameter meliputi perubahan warna mengacu pada CIE L*a*b* (CIELAB) , mortalitas dan kehilangan berat.Hasil menunjukkan bahwa interaksi pengaruh lama pengukusan dan suhu pemanasan terjadi secara signifikan pada nilai Delta L, Delta E*, mortalitas dan kehilangan berat. NilaiDelta E* paling besar terjadi pada suhu 180 derajat C, dimana nilainya lebih besar dari 12 yang berarti berubah warnanya. Hasil mortalitas dan kehilangan berat menunjukkan bahwa interaksi lama pengukusan dan kenaikan suhu memberikan efek negatif pada keawetan kayu.
The aim was to investigate the effects of interaction between steam duration and temperature on color change and wood durability. A total of 48 sample were tangentially sawn from Perhutani Superior Teak, which dominated by sapwood, with dimension of 2 cm x 5 cm x 18 cm for modification treatment and the dimension of 2 cm x 2 cm x 2 cm for moisture content measurement. Modification was conducted by treating the sample to varied steaming duration for 0, 4, and 8 hours, and temperature of 0, 100 derajat C, 150 derajat C, and 180derajat C. Colour change based on CIE L*a*b* (CIELAB), mortality and mass loss were observed. The result showed that the effects of interaction between varied steaming duration and temperature was significant on value of delta L,deltaE*, mortality and mass losses. The highest value of delta E*was found on sample that treated with temperature 180 derajat C, which is higher than 12. However, steaming and heating in this study show negative effect on mortality and mass losses.
Kata Kunci : modifikasi, jati JPP, pengukusan, dan suhu,