Kondisi Ruang Terbuka Hijau dan Kenyamanan Termal di Kawasan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta
HESTY PUJI RAHAYU, Mukhlison, S.Hut., M.Sc.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANKondisi ruang terbuka hijau di tengah peningkatan suhu udara di Yogyakarta merupakan permasalahan yang perlu diperhatikan terutama oleh perguruan tinggi. Di sisi lain Yogyakarta mempunyai banyak perguruan tinggi dengan sivitas akademika yang membutuhkan kondisi nyaman untuk mendukung kegiatan di kampus. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti agar pengelolaan dan pengembangan ruang terbuka hijau dapat mengakomodasi dinamika di sekitar lingkungan institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi ruang terbuka hijau (yang dideskripsikan dengan dominansi dan keanekaragaman jenis vegetasi penyusunnya) dan kenyamanan termal di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode petak kuadrat 20 m x 20 m dengan penempatan secara acak menggunakan Microsoft Excel. Suhu dan kelembaban diambil di tengah petak ukur dengan tiga kali pengulangan tiap pengamatan pada pagi (06.00 WIB), siang (12.00 WIB), sore (16.00 WIB). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan kondisi vegetasi dan kenyamanan termal. Ruang terbuka hijau di kawasan UGM mempunyai nilai keanekaragaman sedang, terdiri atas 60 jenis pohon, dan didominasi oleh ketapang (Terminalia catappa). Ruang terbuka hijau di kawasan UNY mempunyai nilai keanekaragaman rendah, terdiri atas 14 jenis pohon, dan didominasi ialah kapuk (Ceiba pentandra). Kawasan kedua kampus memiliki gambaran kondisi kenyamanan yang sama, yaitu 25 ≤ DI ≤ 27 yang berarti lebih dari 50% sivitas akademika tidak nyaman. Kata kunci: ruang terbuka hijau, kenyamanan termal *Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Green open space in the middle of temperature increasing in Yogyakarta was need to be noticed especially by universities. Yogyakarta had many universities that thermal comfort was needed by civitas academica to support campus activity. This case need concern so that the management and development of green open space could accommodate around universities’ dynamic. This research aimed to seek the condition of green open space (that described with dominance and species diversity of vegetation) and thermal comfort in Gadjah Mada University (GMU) and Yogyakarta State University (YSU). Data were collected with quadratic method 20 m x 20 m that choosen with random function in Microsoft Excel. Air temperature and relative humidity were taken in the middle of the quadratic plot, with three repetitions each observation of morning (06.00 am), day (12.00 am), afternoon (04.00 pm). Data were analyzed in descriptive to explain green open space and thermal comfort’s condition. GMU green open space had a middle value of diversity, consist of 60 species, and dominated by ketapang (Terminalia catappa). YSU green open space had a low diversity, consist of 14 species, and dominated by kapuk (Ceiba pentandra). Both universities had a same conditions: 25 ≤ DI ≤ 27 that mean more than 50% academicians were not comfortable. Keywords: green open space, thermal comfort *Student of Forest Resource Conservation, Faculty of Forestry, Gadjah Mada University
Kata Kunci : Kata kunci: ruang terbuka hijau, kenyamanan termal