Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura
SITORUS, Batas, Dr. Muhadjir Darwin
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikDiakui bahwa rumah sakit padat modal, padat karya dan padat teknologi sehingga memerlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu perubahan fungsi dari sosial murni ke sosial ekonomi tidak dapat dihindarkan sehingga Pemerintah Daerah Provinsi Papua menggeserkan sebahagian biaya itu kepada pasien melalui penarikan retribusi pelayanan kesehatan. Dengan demikian rumah sakit umum daerah Jayapura menjadi rumah sakit swadana. Untuk swadana maka retribusi pelayanan kesehatan dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan utama rumah sakit. Dipihak penguna jasa layanan kesehatan mengharapkan perubahan fungsi dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Masalah penelitian dalam tesis ini adalah penelitian kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura setelah terjadi perubahan fungsi. Dengan demikian tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dari aspek manajemen, sistem pelayanan, kualitas pelayanan dan akses pasien miskin. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggabungkan beberapa teori yang berkaitan dengan kinerja rumah sakit. Teori manajemen digunakan untuk masalah manajemen rumah sakit baik pemberi layanan maupun penerima jasa layanan. Pendekatan teori sistem digunakan untuk masalah sistem pelayanan rumah sakit. Metode penelitian dalam tesis ini adalah pendekatan penelitian survey di lokasi rawat inap melalui kuesioner, wawancara dan dokumen rumah sakit umum daerah Jayapura diperoleh data sumber daya dan kinerja rumah sakit. Populasi penelitian ialah semua petugas di rawat inap sebanyak 247 orang dan pasien atau pengantarnya sebanyak 3.850 orang, dengan Tabel Krejcie sampel petugas = 150 responden menggunakan teknik disproportionate random sampling, sampel pasien atau pengantarnya = 350 responden menggunakan strata menurut jumlah pasien pada ruang inap dengan teknik aksidental sampling. Selanjutnya pendapat responden diolah melalui tabel frekwensi dengan pengukuran skala likert diperoleh hasil penelitian. Hasil penelitian yang didasarkan pengukuran skala likert menunjukkan bahwa kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dari aspek manajemen, sistem pelayanan dan kualitas pelayanan dalam kategori interval kurang baik. Sedangkan kinerja dari akses pasien miskin diketahui bahwa mulai tahun 1997 s/d tahun 2001 pasien miskin di rawat inap setiap tahun rata-rata 8,76 % (1.290 orang) dengan kinerja pelayanan kurang baik. Kinerja rumah sakit kurang baik terkait dengan sumber daya yaitu keterbatasan petugas pelayanan, dana, peralatan dan perlengkapan rumah sakit. Retribusi pelayanan kesehatan 15,99 % dapat menutupi biaya rutin dan pembangunan rumah sakit sehingga misi swadana belum tercapai. Rekomendasi yang diberikan adalah agar Pemerintah Daerah Provinsi Papua menambah jasa medis dan non medis melalui subsidi Pemerintah Daerah dan Direktur rumah sakit umum daerah Jayapura melakukan deregulasi dan debirokratisasi terhadap sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit.
It is acknowledged that hospital is full of capital, opus and technology so it is needed the enough high of fund. By this matter, the change of function from pure-social to economic-social cannot be avoided so the Territorial Government of Papua Province shifted half of those funds to patients through dues of healthy services. Then territorial-public hospital of Jayapura becomes self-funding. For self-funding then healthy service dues become one of primary income source of hospital. For side of the users of healthy services, hopes that the change of function can be increasing better services. The problem of research for this thesis is research about performance of Territorial-Public Hospital of Jayapura after the change of function. So the aim of this research is gathering performance of Territorial-Public Hospital of Jayapura from management, service quality and poor-patient access aspects. The used theory for this research is combining some theories that linked to hospital performance. Management theory has been used for management problems of hospital whether the donor and receiver of services. The approaching theory that has been used for hospital-service systems. The research method for this thesis is survey research approach at nursing location through questionnaire, interviews and Territorial-Public Hospital of Jayapura documents; those are gotten the data about human resources and hospital performances. Research population are all of employees as 247 peoples and patients or who care them 3,850, by Krejcie Table of employee sample = 150 respondent used disproportionate random sampling technique, patient and who care them samples = 350 respondents used strata followed patient total through accidental sampling technique. Then respondents’ answers were been preceded using frequency table with Likert scale measurement then it is gotten the research results. The outcomes of research that is based on Likert scale measurement shows that Territorial-Public Hospital of Jayapura performance from management, service system and service quality aspects at not enough good interval category. And performance of poor-patients access, it is known that at 1997 to 2001 poorpatients were nursed annually 8.76 % at average (1,290 peoples) with not enough good service dues as 15.99 % can fulfil routine funf and hospital development so self- funding mission cannot be completed yet. Recommendation that given is for Territorial Government of Papua Province adding medical and non-medical services through ssidy of Rerritorial Government and Director of territorial-public hospital of Jayapura make deregulation and de-bureaucracy to healthy service system at hospital.
Kata Kunci : Kinerja RSU,Pemda Tk II