Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar Sebagai Anggota LQ45 di BEI Periode 2013-2015)

AGATYA WAHYU VARA ROZI, Suyanto, S.E., MBA., Ak., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Ketepatwaktuan merupakan salah satu atribut penting dalam pelaporan keuagan perusahaan karena dapat mempengaruhi kegunaan informasi yang tersedia bagi para investor. Panjangnya durasi audit, atau disebut audit delay, merupakan determinan utama dalam mempengaruhi ketepawatwaktuan dalam pengumuman laba. Audit delay sendiri dihitung sebagai waktu (hitungan hari) dari tanggal akhir fiskal perusahaan hingga tanggal diterbitkannya laporan auditor. Tujuan karya tulis ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh dalam audit delay. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sample pada perusahaan-perusahaan yang listing di bursa dan tercatat dalam indeks LQ45, selama 3 tahun terhitung dari 2013-2015. Analisis regresi berganda digunakan, dengan memodelkan audit delay sebagai suatu fungsi yang dijelaskan oleh beberapa variabel sebagai berikut: ukuran KAP, tenur audit, financial resatetemnet, ukuran klien, tingkat leverage, dan tingkat profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran KAP, tenur audit, ukuran klien, dan tingkat leverage merupakan faktor yang signifikan dalam mempengaruhi audit delay.

Timeliness is an essential attribute of corporate financial reporting as it affects the usefulness of information made available to external investors. The length of audit, which is known as audit delay, is the single most important determinant influencing the timeliness of earnings announcements. Audit delay is measured as the length of time (i.e. the number of calendar days) from the company fiscal year-end to the audit report date. The aim of this paper is to investigate factors of audit delay. The research is conducted on a sample of Indonesian listed companies that registered at LQ45 index, covering the period of three years from 2013 to 2015. Multiple linear regression analysis is used, modelling audit delay as a function of the following explanatory variables: audit firm size, audit tenure, financial restatement, client firm size, leverage, and profitability. The results indicate that audit firm size, audit tenure, client firm size, and leverage are significant determinants of audit delay.

Kata Kunci : Ketepatwaktuan, Audit Delay, Ukuran KAP, Tenur audit, Financial resatetemnet, Ukuran klien, Tingkat leverage, Tingkat profitabilitas

  1. S1-2016-330802-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330802-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330802-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330802-title.pdf