Laporkan Masalah

Potensi Inkompatibilitas pada Pemberian Obat Melalui Intravena pada Pasien Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

MIRA AYUNDAPUTRI, Rr. Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt.;Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt.

2016 | Skripsi | S1 FARMASI

Pasien di Intensive Care Unit (ICU) sering menerima banyak obat melalui rute intravena. Dua obat atau lebih umumnya diberikan secara bersamaan melalui saluran infus yang sama. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya inkompatibilitas sehingga penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi terjadinya inkompatibilitas pada pemberian intravena pada pasien ICU di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta periode Januari-Juni 2015. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medis pasien ICU dengan kriteria inklusi pasien ICU yang menerima pemberian dua atau lebih obat secara intravena di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada bulan Januari-Juni 2015. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pada penelitian jumlah sampel yang digunakan sebanyak 72 pasien. Data dilihat pola kombinasi dan dianalisis kemungkinan adanya inkompatibilitas menggunakan pustaka standar Handbook on Injectable Drugs. Hasil penelitian diperoleh penggunaan sediaan parenteral sebesar 79,19% dengan pola inkompatibilitas yang terdiri dari kombinasi obat-obat, obat-infus, dan sediaan mixture. Persentase potensi terjadinya inkompatibilitas pada pasien ICU di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada kombinasi obat-obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan sebesar 10,34%, pada kombinasi obat dan cairan elektrolit-nutrisi parenteral sebesar 2,14%, dan sediaan mixture sebesar 18,87%. Bentuk inkompatibilitas yang potensial terjadi yaitu berupa pengendapan, kehilangan zat aktif, dan terbentuknya kabut. Pemberian obat yang dilakukan secara bersamaan perlu diperhatikan mengingat adanya potensi terjadinya inkompatibilitas.

Many drugs were given to patients in Intensive Care Unit (ICU) through intravenous route frequently. Two or more drugs mostly given simultaneously through the same infusion line. That could increase the risk of incompatibility so it is important to be considered. The purpose of this study is to find out the potential of incompatibility on intravenous administration in ICU patients in Bethesda Hospital Yogyakarta from January to June 2015. This was a cross sectional study with data taken retrospectively using ICU patients' medical record with inclusion criteria is two or more drugs were given to ICU patients intravenously in Bethesda Hospital Yogyakarta from January-June 2015. Sampling method using purposive sampling and 72 patients obtained were used as sample in this study. Incompatibility pattern data observed and the possibility of incompatibility analyzed using standard Handbook on Injectable Drugs. The results showed 79,19% total parenteral preparations used with incompatibility pattern that consists of drug-drug combinations, drug-solute combinations, and mixture preparation. The percentage of the potential of incompatibility on ICU patients in Bethesda Hospital Yogyakarta were 10,34% on drug-drug combinations, 2,14% on drug-electrolyte solution and parenteral nutrition, and 18,87% on mixture preparation. Potential incompatibility forms were precipitations, loss of activities, and cloudy solutions. Drug administration that given simultaneously need to be considered.

Kata Kunci : inkompatibilitas, intravena, Intensive Care Unit

  1. S1-2016-333642-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333642-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333642-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333642-title.pdf