Laporkan Masalah

Kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boyolali

HASILLAH, Ika, Dr. Agus Dwiyanto

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalam rangka menghadapi abad 21 dan era perdagangan bebas dunia setiap negara berkepentingan untuk mempersiapkan masyarakat melalui human resource development, diantaranya melalui peningkatan taraf pendidikan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah Indonesia merefleksikannya dalam kebijakan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun (Wajar Dikdas). Yaitu suatu gerakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan (pemerataan) bagi anak usia pendidikan, baik di tingkat SD maupun SLTP, dalam rangka meningkatkan mutu sumberdaya manusia. Dinas pendidikan Nasional kabupaten Boyolali merupakan organisasi yang berwenang dan bertanggungjawab dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mengapa kinerja Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boyolali belum optimal, serta mencermati apakah ketersediaan sumberdaya, keluasan wewenang dan karakteristik lingkungan organisasi dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sebagai sumberdata adalah Kepala dan Pegawai Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boyolali yang dianggap relevan. Sumberdata juga berasal dari Dewan Pendidikan, DPRD (komisi E) Kabupaten Boyolali, Perwakilan sekolah SLTP dan SD serta tokoh masyarakat dan wali murid. Kinerja (Performance) adalah tingkat pencapaian hasil dan tujuan organisasi, Penilaian kinerja merupakan suatu kegiatan yang sangat penting karena dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai misinya. Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah produktivitas, responsibilitas, responsivitas dan akuntabilitas yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ketersediaan sumberdaya organisasi, keluasan wewenang organisasi dan karakteristik lingkungan organisasi. Dari hasil analisis dan interpretasi ditemukan bahwa kinerja pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boyolali belum optimal. Hal itu diindikasikan dari rendahnya produktivitas, responsibilitas, responsivitas dan akuntabilitas. Belum optimalnya kinerja organisasi itu dipengaruhi oleh ketersediaan sumberdaya, keluasan wewenang dan karakteristik lingkungan organisasi. Atas dasar hasil penelitian di atas disarankan bahwa untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan, meningkatkan angka partisipasi pada jenjang SLTP/MTs, meningkatkan anggaran pendidikan, kepada pegawai Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Boyolali dalam melaksanakan tugas diharapkan lebih proaktif dan kreatif serta tidak terpaku pada juklak dan juknis serta jangan selalu menunggu petunjuk dari atasan.

In facing twentieth century and free-trade era, each country has interest to prepare their people through human resources development. Including by increasing level of education. Therefore Indonesian government reflects in policy into nine year basic aducation compulsory learning (Wajar Diknas). That is, a national movement that aimed to improve and widen an opportunity in obtaining education (equality) for children on learning age, either in elementary school level or primary high school, in improving quality of human resources. National Education Agency in regency of Boyolali is an organization that responsible and has authority in conducting implementation of basic education. This research aimed to know why performance on National Education Agency in regency of Boyolali had not been optimal and studied what availability of human resources do, variety of authority and environmental characteristic on organization can be factors that influences the performance. Method of research used was descriptive qualitative one, by using data colecting technique through observation, interview, and dokumentation.As source of data was Head and Officer of National Education Agency in regency of Boyolali who related of it. Source of data also came from Council of Education, Legislative (commission E) in regency of Boyolali, representative of primary high school and elementary school also some public figure and parents. Performance is level on achievement result and objective of organization. Performance assesment is an important activity because it can be used as successful measurement in an organization in achieving their mission. Indicator of performance in this research was productivity, responsibility, responsivity, accountibility, that influenced by factor such as availability of human resources within organization, variety of authority in organization and environmental characteristic in organization. From result of analysis in interpretation was found that performance of National Education Agency in regency of Boyolali had not been optimal.It was indicated by lower productivity, responsibility, responsivity, accountibility. It had not been optimal yet on organizational performance that influenced by availibility of human resources, variety of authority and environmental characteristic in organization. Based on result of research described above, it was suggested that, in order to improve quality of servicing, improving rate of participation on level of primary high school/ madrasah tsanawiya, improving educational budget. For officer of National Education Agency in regency of Boyolali in conducting their duty, it was expected to be more proactive and creative and not just based on intructional guide and technical guide and did not always wait an intruction from their superior.

Kata Kunci : Dinas Pendidikan,Pemda TkII,Kinerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.