IDENTIFIKASI MODEL ARSITEKTUR DAN FUNGSI POHON DI KAWASAN HUTAN WISATA BULUPITU KEBUMEN
DINA SALIMA, Atus Syahbudin, S.Hut.,M.Agr.,Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANKehadiran vegetasi memberikan pengaruh positif bagi keseimbangan ekosistem. Namun, keberadaannya pada area outbound dan jalan masuk pesanggrahan di dalam hutan wisata Bulupitu nampak belum tertata sesuai fungsinya. Dalam rangka menarik wisatawan lebih banyak, area tersebut perlu dioptimalkan. Untuk itu, penataan ruang melalui pemilihan jenis dan model arsitektur pohon yang tepat perlu dilakukan untuk menunjang keberlangsungan kawasan sesuai fungsinya. Penelitian ini dilakukan di area wisata outbound dan jalan masuk pesanggrahan di dalam hutan wisata Bulupitu Kebumen. Data diperoleh dengan mengidentifikasi seluruh vegetasi dan mencatat letak koordinatnya. Selanjutnya dilakukan identifikasi model arsitektur dan fungsi pohonnya. Data diolah dengan menggunakan Arc Gis dan Corel Draw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan jenis pohon penyusun area outbound dan satu jenis di area jalan masuk pesanggrahan dengan lima model arsitektur pohon. Jenis tersebut beserta model arsitekturnya adalah Swietenia macrophylla, Dysoxylum gaudichaudianum, Artocarpus elasticus (Rauh); Durio zibethinus, Ficus callosa, dan Garcinia griffitii (Roux); Gluta renghas (Scarrone); Cassia siamea (Troll); dan Alstonia scholaris (Prevost). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada jalan masuk pesanggrahan, Swietenia macrophylla tidak sesuai sebagai fungsi pengarah dan budaya. Pada area outbound terdapat jenis Durio zibethinus yang tidak sesuai sebagai fungsi pengarah dan Gluta renghas yang memiliki karakteristik berbahaya bagi kesehatan manusia. Adapun jenis pohon yang diusulkan di area jalan masuk pesanggrahan adalah Michelia alba (Stone) dan Stelechocarpus burahol (Massart) untuk mendukung fungsi budaya. Pada area outbound ditambahkan Lagerstroemia speciosa (Champagnat), Terminalia catappa (Aubreville), dan Bauhinia purpurea (Troll) atau jenis pohon asli Bulupitu dengan fungsi berturut-turut sebagai pengarah, peneduh, dan estetika
The presence of vegetation give a positive influence on the balance of the ecosystem. However, whereabouts in the outbound area and in the entrance of the rest-house in Bulupitu tourism forest seems not organized according to its function. In order to attract more tourists, the tourism area needs to be optimized. To that end, spatial planning through the selection of the species and the right architecture model needs to be done to support the sustainability of the region according to its function. This research was conducted in the outbound area and in the entrance of the rest-house in Bulupitu tourism forest. The data was done by identification the whole of vegetation and record the coordinates location. Furthermore, identificate the architecture model and the tree function. The data processed using Arc Gis and Corel Draw. The results showed that there are eight constituent trees species in the outbound area and one species in the entrance area with five architecture tree models. The species with their architecture models are Swietenia macrophylla, Dysoxylum gaudichaudianum, Artocarpus elasticus (Rauh); Durio zibethinus, Ficus callosa, dan Garcinia griffitii (Roux); Gluta renghas (Scarrone); Cassia siamea (Troll); and Alstonia scholaris (Prevost). The evaluation results indicate that in the entrance area, Swietenia macrophylla is not suitable as a steering and culture function. On the outbound area there are Durio zibethinus that do not fit as a function to directing and Gluta renghas that has characteristics harmful to human health. The species of the trees composer that proposed to make up the entrance of the rest-house in Bulupitu tourism forest is Michelia alba (Stone) and Stelechocarpus burahol (Massart) to support in culture function. In the outbound area proposed to add Lagerstroemia speciosa (Champagnat), Terminalia catappa (Aubreville), and Bauhinia purpurea (Troll) or other Bulupitus native tree species with successive functions as directing, shade, and aesthetics.
Kata Kunci : model arsitektur pohon, hutan Bulupitu, jenis pohon, hutan wisata