Efisiensi Produksi dan Kelayakan Usahatani Tembakau di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
TRI SUHESTI , Prof.Dr.Ir. Masyhuri;Dr.Ir.Any Suryantini,M.M
2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Intisari Penelitian bertujuan mengetahui (1) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani tembakau di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, (2) efisiensi alokatif penggunaan faktor-faktor produksi usahatani tembakau di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, (3) status kelayakan usahatani tembakau di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Metode dasar yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer. Data primer yang digunakan diperoleh dengan mengumpulkan data menggunakan kuesioner pada 50 petani tembakau di Kecamatan Imogiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau dianalisis dengan menggunakan model regresi linier berganda (Fungsi produksi Coob-Douglas), efisiensi alokatif dari faktor produksi dianalisis dengan menghitung nilai indeks efisiensi alokatif (k) dan kelayakan usahatani dianalisis dengan rasio R/C dan BEP. Kegiatan usahatani tembakau di Kecamatan Imogiri menghasilkan produksi rata-rata sebesar 115,2 kilogram daun tembakau rajang kering dan105,7 kilogram daun tembakau basah dengan rata-rata luas lahan 1678 meter persegi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau yaitu tenaga kerja dan pupuk ZA yang berpengaruh positif terhadap produksi tembakau, sedangkan umur dan pestisida Diazinon berpengaruh negatif terhadap usahatani tembakau. Hasil analisis efisiensi alokatif menunjukan bahwa penggunaan pupuk ZA dan tenaga kerja belum efisien yang dilihat dari nilai k (efisiensi alokatif) yang menunjukkan angka lebih dari 1, sedangkan penggunaan pestisida Diazinon tidak efisien secara alokatif ditunjukkan dengan nilai k yang kurang dari 1. Kelayakan usahatani tembakau memiliki nilai rasio R/C 3,6, nilai BEP harga Rp 15.073 , BEP Produksi 13,98 kilogram, dan nilai BEP Penerimaan Rp 700.311 .
This research aims to determine (1) the factors that affect farm production of tobacco in Imogiri, Bantul, (2) the allocative efficiency of production factorsof farming tobacco in Imogiri, Bantul, (3) feasibility of farming tobacco in Imogiri, Bantul. The basic method used is descriptive analysis method. This research used primary data. Primary data collected throught questionnaire of 50 tobacco farming in Imogiri was chosen by simple random sampling. Factors affecting tobacco production was analyzed with multiple linier regression model (Coob-Douglas production function), allocative efficiency of the use of production factors was analyzed by calculating an index value of allocative efficiency (k) and the the feasibility was analyzed with R/C ratio and Break Even Point (BEP). Tobacco farming activities in Imogiri generate an average production 115.2 kg of dried cut tobacco leaves and 105.7 kg of wet tobacco leaves with an average land area of 1678 m2. The results showed that the factors affecting tobacco production is labor and ZA has positive effects on tobacco production, whereas age and pesticide Diazinon negative effect on tobacco farming. Allocative efficiency analysis results showed that the use of ZA fertilizer and labor are inefficient seen from the value of k (allocative efficiency) showing more than 1, while the use of pesticides Diazinon inefficient allocative indicated with k values less than 1. Feasibility of tobacco farming has R /C ratio 3,6 and BEP of price is Rp 15,073, BEP of production is 13.98 kg, and BEP of Revenue Rp 700 311.
Kata Kunci : tembakau, efisiensi alokatif, pendapatan, kelayakan