PERSEBARAN PERMUDAAN ALAM TREMBELU (Maesopsis eminii) DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) KALIURANG TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI
NURYUNITA WITASARI, Drs. Wiyono, M.Si
2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVKeberlangsungan hidup jenis tanaman penyusun hutan tidak lepas dari permudaan tersebut baik itu permudaan alami maupun buatan. Keberadaan tingkat hidup pohon sangat penting bagi wilayah konservasi dan berbukit seperti di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kaliurang Taman Nasional Gunung Merapi. Salah satu jenis penyusun yang ada di KHDTK Kaliurang adalah Maesopsis eminii, jenis ini ditanam pada wilayah tersebut pada tahun 1958 yang berasal dari afrika dan belum diketahui pola persebarannya di wilayah KHDTK Kaliurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan, frekuensi dan pola persebaran Maesopsis eminii di KHDTK Kaliurang. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode transek dengan dimulai dengan pembuatan jalur dengan jarak antar jalur 25 meter. Setiap jalur dibuat petak ukur dengan jumlah disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Petak ukur yang dibuat berukuran 10 m x 10 m untuk pengamatan permudaan tingkat tiang, 5 m x 5 m untuk pengamatan permudaan tingkat sapihan, 2 m x 2 m untuk pengamatan permudaan tingkat semai. Jarak antar petak ukur dalam satu jalur adalah 5 meter. Pengolahan hasil penelitian dilakukan dengan menghitung kerapatan, frekuensi dan indeks morista pada masing-masing tingkatan permudaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Maesopsis eminii di kawasan KHDTK Kaliurang Taman Nasional Gunung Merapi, tingkatan hidup permudaan alam jenis Maesopsis eminii di KHDTK Kaliurang Taman Nasional Gunung Merapi yang memiliki kerapatan tertinggi dan jumlah individu yang paling banyak adalah tingkatan semai dengan jumlah 337 individu dan nilai kerapatan sebesar 8170 individu/Ha. Sedangkan frekuensi tertinggi yaitu pada tingkatan sapihan dengan nilai frekuensi sebesar 16 persen. Pola persebaran permudaan alamnya adalah menggerombol dengan nilai Indeks Morista tingkat semai sebesar 34,4, sapihan sebesar 6,65, dan tingkat tiang sebesar 7,49.
Regeneration of species plant is conected by regeneration, whether it is natural or making regeneration. Seedling levels is very important for concervation and hill areas liked in KHDTK Kaliurang Merapi Mountain National Park. One of forest plants in KHDTK Kaliurang is Maesopsis eminii, planted in 1958 which came from Africa and the distribution pattern of this species in KHDTK have been not know yet. This reseach was aimed to determine the density, frequency, and distribution pattern of Maesopsis eminii. This research is using transect method which started with making transect lines with 25 meters between the lines. Every line had plots with a number adjusted with the condition in the field. The size of the plots was 10 m x 10 m for observation of poles, 5 m x 5 m for observation of saplings, 2 m x 2 m for observation of seedlings. The distance between plots in one line was 5 meters. Research result was processed by calculating density, frequency and Morista Index of each seedling levels. The research result showed that the highest value of density and the most individu that found each seedlings levels of Maesopsis eminii in KHDTK is seedlings with value of density is 8170 individu/Ha and 337 individu that found in sampling stage. The highest value of frequency is saplings with its value is 16 percent. Distribution pattern of Maesopsis eminii natural regeneration is grouped or clustered with its value of Morista Index for seedling is 34.4, saplings is 6.65, and for poles is 7,49.
Kata Kunci : Maesopsis eminii, natural regeneration, frequency, distribution pattern