Laporkan Masalah

Persaingan Industri Otomotif Toyota antara Thailand dengan Indonesia

APRILITA KUSUMANINGRUM, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Seiring dengan kompleknya perpolitikan global masa kini, dimana kehadiran Multinasional Corporation (MNC) menciptakan regionalisasi dalam jaringan produksi, membuat penelitian mengenai dampaknya terhadap hubungan negara menjadi penting. Dalam penelitian ini, kehadiran Toyota melalui jaringan produksi, membuat Indonesia dan Thailand menjadi bersaing dalam mengembangkan industri otomotif masing-masing negara. Menariknya, telah banyak birokrat dan praktisi yang mengklaim bahwa Indonesia dan Thailand bersaing di sektor industri, namun belum ada kajian lebih mendalam di bidang akademik. Argumen tersebut hanya terbatas pada kenyataan bahwa kedua negara sadar menjadi kompetitor, dan telah tercantum di blueprint masing-masing negara. Namun, lebih lanjut tidak ada kajian mengenai bagaimana kompetisi yang berjalan, lalu pola hubungan seperti apa yang terjadi antara Toyota-Jepang, Indonesia dan Thailand dalam persaingan ini. Oleh karenanya, penting kemudian melihat bagaimana persaingan yang terjadi antara Indonesia dan Thailand dalam megembangkan sektor industri, mengingat Foreign Direct Investment (FDI) menjadi faktor determinan yang penting mengapa keduanya bersaing, sedangkan Toyota tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Jepang. Dengan perpijak pada kerangka Jaringan dan Aliansi Produksi Hatch dan Yamamura, penelitian ini berusaha berargumen bahwa masing-masing negara bersaing dengan membuat kebijakan domestik yang mendukung iklim investasi untuk menjangkau lebih banyak FDI, dan melakukan lobi internasional dengan Jepang dalam mempengaruhi keputusan FDI Toyota. Persaingan yang terjadi di kedua negara ini menciptakan hubungan patron-klien atas relasi kekuasaan antara Jepang (sebagai patron) dengan Indonesia dan Thailand (sebagai klien). Pola hubungan tersebut terlihat dua arah, yaitu Indonesia dan Thailand yang gencar melakukan hubungan diplomatis dalam kerangka perjanjian bilateral, serta Jepang yang berusaha merangkul kedua negara untuk tetap menjadi negara tujuan FDInya. Pada akhirnya pola hubungan ini tidak terlepas dari kekuatan Jepang dalam penguasaan kapital dan teknologi.

The complexity of global politics has increased the role of Multinational Companies emerges regionalization within production network. This phenomenon shows the urge of the research related to its impact on interstate relations. The presence of Toyota as the largest multinational company through Toyota's production network in Southeast Asia makes both Indonesia and Thailand competing each other for developing their automotive industry. It is interesting while bureaucrats and politicians claiming their competition without any academic research proof. The opinion comes from the fact that two countries realize of the competition and competing each other stated in their national blueprint. However, there is no deeper research on how the competition between two countries, and what kind of relations among its actors Toyota-Japan, Indonesia and Thailand within the competition. It is urge to examine about why do the two countries compete each other within Toyota's Production Network context and how does the competition between Indonesia and Thailand within Toyota's Production Network? Based on Hatch and Yamamura concept about Network and Production Alliance, this research argue that two countries develop their automotive industries through domestic policies aimed to creating a good investment environment, and international lobby to attract Toyota-Japan's intention on investing Foreign Direct Investment. The competition among Japan, Indonesia and Thailand create Patron-client relations as power relations, Japan as patron whereas Indonesia and Thailand as clients. The relation seems reciprocate that Indonesia and Thailand intensively did diplomatic lobby within bilateral agreement, and Japan embraces Indonesia and Thailand to elongate Japan's influence as the FDI destinations. In the end, Thus relations exist due to the Japan's power in capital and technology.

Kata Kunci : Production Network of Toyota, Thailand, Indonesia, Competition, Automotive Industry