Laporkan Masalah

Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam Lembaga Koperasi (Studi Tentang Koperasi Wanita "Pertiwi Gebangsari" di Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur)

DIAH AYU SEPTIANA, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Wanita merupakan aktor yang harus dilibatkan dalam proses pembangunan ekonomi negara. Oleh karenanya, salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah mendorong para wanita untuk berpartisipasi dalam lembaga-lembaga ekonomi. Namun yang menjadi permasalahannya ialah di Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, banyak wanita yang terjebak pada lembaga ekonomi seperti Koperasi yang melenceng dari esensinya. Pada Tahun 2010 dibentuklah Koperasi Wanita Pertiwi Gebangsari dengan tujuan meminimalkan permasalahan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi ibu rumah tangga dalam Koperasi Wanita Pertiwi Gebangsari di Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam menentukan informan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara guna mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan mendalam, observasi secara non-partisipan, studi pustaka untuk melengkapi data penelitian dan dokumentasi atau arsip milik Koperasi, serta melakukan dokumentasi pribadi. Hasil temuan di lapangan ditriangulasikan untuk mendapatkan data yang valid. Selanjutnya proses analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan emosional antara anggota Koperasi dengan Ketua Koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha Koperasi. Gaya kepemimpinan Ketua Koperasi yang humble, luwes, dan komunikatif, mampu mendorong partisipasi ibu rumah tangga dalam kegiatan Rapat Anggota, Manajemen, Permodalan, dan Pemanfaatan usaha Koperasi. Minimnya pengetahuan ibu rumah tangga dalam dunia perkoperasian bukan menjadi hambatan utama. Ketua ataupun pengurus Koperasi selalu melakukan transfer ilmu sesudahnya ia melakukan pendidikan, pelatihan, atau menataran. Selain itu, Ketua dan pengurus Koperasi selalu menunjukkan performa kerja dengan penuh tanggung jawab dan transparan. Sehingga seluruh ibu rumah tangga yang menjadi anggota Koperasi dapat mengetahui setiap perkembangan dan permasalahan Koperasi. Melihat segala bentuk partisipasi ibu rumah tangga dalam Koperasi, dapat dikatakan menuju pada tahapan atau tingkatan partisipasi teratas menurut Arnstein. Di mana dalam Koperasi Wanita Pertiwi Gebangsari, Ketua dan pengurus hanya memfasilitasi saja, segala bentuk keputusan berada ditangan anggota yang dihasilkan dari musyawarah Rapat Anggota.

Women are the actors who should be involved in the process of economic development of the country. Therefore, an effort to do is to encourage women to participate in economic institutions. However, the problem is in the village of Gebangsari, Jatirejo, Mojokerto, East Java, many women are trapped in economic institutions such as Cooperative which deviated from the essence. In 2010 established the Women's Cooperative "Pertiwi Gebangsari" with the purpose is to minimizing that problem. In this regard, this study objective is to determine the participation of housewives in the Women's Cooperative "Pertiwi Gebangsari" in Gebangsari Village, Jatirejo, Mojokerto, East Java. This research was conducted using qualitative and descriptive approach. In determining the informants in this study, researchers used a Purposive Sampling technique. The technique of collecting data through interviews in order to obtain more detailed and deeper information, participant observation, library research to complete the research and documentation of data or files belonging to cooperatives, as well as perform personal documentation. The findings in the field will be triangulated to get valid data. Furthermore, the data analysis process begins with data reduction, data presentation, and conclusion. Analytical results from this study indicate that there is an emotional connection between the Chairman of the Cooperative Cooperative members in running the cooperative bussiness. Chairman of the Cooperative leadership style which is humble, flexible and communicative, are able to encourage the participation of housewives in the activities of Members Meeting, Management, Capital and Utilization Cooperative business. Housewives minimum knowledge in the world of cooperatives is not a major obstacle. Chairman or the Cooperatives Board Member always perform knowledge transfer after he did the education, training, or upgrading. In addition, the Chairman and the board of the Cooperative always shows the performance of work responsibly and transparently. So that all housewives who become members of cooperatives are aware of any developments and problems of the Cooperative. Seeing all forms of participation of housewives in the Cooperative, we can say toward the top of stages or levels of participation according to Arnstein, Thats the category of Citizen Power. In the Women's Cooperative "Pertiwi Gebangsari", the Chairman and the board only facilitate it, any decision is in the hands of members Which is the result of the Members Meeting Discussion.

Kata Kunci : Koperasi Wanita, Partisipasi, Tangga Partisipasi