Laporkan Masalah

POLITICAL CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF GANGA ACTION PLAN IN INDIA

DINA YULIANA, Dr. Maharani Hapsari, MA.

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Sudah bertahun-tahun lamanya India dikenal atas perkembangan masif di dalam perfoma ekonomi yang mewakilkan Asia Selatan. Selain itu, diskusi terkini mengenai kompetisi Asia antara Gajah (India) dan Naga (Cina) sebagai dua negara berkembang membuat India menjadi semakin terkenal atas reputasi nya di arena global. Dengan perkembangan massif tersebut, saat ini India telah mempertimbangkan pentingnya estetika lingkungan yang memfokuskan untuk membersihkan sungai Gangga sebagai salah satu bentuk pemerintah dalam mempromosikan proteksi lingkungan di India. Ganga Action Plan atau yang berarti Rencana Aksi Gangga merupakan proyek estetika pertama oleh pemerintah India yang bertujuan untuk memberhentikan polusi mengalir ke sungai Gangga. Dikarenakan proyek tersebut sudah berlangsung selama 20 tahun dan tidak adanya progres signifikan yang dapat dilihat sampai saat ini, penulis bertujuan untuk melakukan riset mengenai rintangan politik yang menghambat proses estetika yang dilakukan oleh pemerintah. Penulis menggunakan konsep estetisasi untuk melakukan riset dalam lingkup social-politik, ekonomi, dan aspek budaya di India. Berdasarkan hasil riset, penulis menemukan bahwa di dalam administrasi pemerintahan oleh Perdana Menteri Manmohan Singh dan Perdana Menteri Narendra Modi, Ganga Action Plan dihadapi oleh rintangan politik yang diperoleh dari konteks social, ekonomi politik dan budaya di dalam masyarakat India. Polusi industri yang tidak terurus, limbah domestic dan yang paling berpengaruh limbah budaya merupakan hambatan yang tidak bisa dihindari dalam pelaksanaan Ganga Action Plan.

For years India has been acknowledged for its massive improvement of economic performance that represents South Asia. Other than that, the lately discourse about Asia competition between the elephant (India) and the dragon (China) as the two emerging nations makes India become more famous for its reputation in global arena. With its massive development, India has now considered the importance of environmental aesthetics that has been focusing to clean the Ganga river as one of the government act in promoting the environmental protection. Ganga Action Plan has become the first aestheticization project by Indian government that aimed at stopping the pollution flows into the Ganga river. As the project has been run for more than 20 years and no significance improvement can be seen until this present time, the writer would like to do a research about the political challenges that hurdles this aesthetics process. The writer used the aestheticization concept to do the research in the scope of socio-political, economic, and cultural aspect in India. Based on the research, the writer has found that in both administration under the past PM Manmohan Singh and the current PM Narendra Modi, Ganga Action Plan has been faced with political challenges that derived from social, political economy and cultural context within Indian society. Untreated industrial sewage, domestic waste, and the most influential cultural waste are the undeniable challenges that hampering the work of Ganga Action Plan.

Kata Kunci : Ganga Action Plan, Sungai Sakral, Budaya Hindu, Kelas Menengah, Manmohan Singh, Narendra Modi, Organisasi Non-Pemerintah, Estetika Lingkungan

  1. S1-2016-333056-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333056-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333056-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333056-title.pdf