Pengaruh Pendidikan Etika, Kecerdasan, dan Religiusitas Terhadap Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi
ERIKA ARYANI WIBOWO, Dewi Fatmawati, S.E, M.Ec.
2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSITujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh antara pendidikan etika kecerdasan, dan religiusitas terhadap kecurangan akademik mahasiswa akuntansi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti perbedaan latar perguruan tinggi terhadap perilaku kecurangan akademik yang dilakukan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi tersebut. Sampel penelitian ini adalah 157 mahasiswa S1 akuntansi pada perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) Islam yang terdiri dari 77 mahasiswa akuntansi UGM dan 80 mahasiswa akuntansi UMY baik yang telah mengambil maupun belum mengambil pendidikan etika. Metode analisis data menggunakan uji regresi linear. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah mengambil pendidikan etika akan memiliki kecenderungan lebih rendah dalam melakukan kecurangan akadimik. Sama halnya dengan mahasiswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi akan memiliki kecenderungan yang lebih rendah dalam melakukan kecurangan akademik. Namun, mahasiswa dengan religiusitas tinggi tidak menunjukkan kecenderungan yang lebih rendah dalam melakukan kecurangan akademik. Hasil pengujian lain menunjukkan terdapat perbedaan perilaku kecurangan akademik yang dilakukan mahasiswa akuntansi PTN dengan PTS Islam.
The study examines the influence of ethics instruction, intelligence, and religiosity on academic dishonesty. In addition, this study will examine the differences in background universities to academic dishonesty by the students of each university. The sample of this study are 157 muslim undergraduate business students from University in Yogyakarta with consist of 77 students from public university and 80 students from Islamicic university who have taken business ethics course or who have not taken business ethics course yet. The analysis data method use regression linear. The result indicate that student who had taken a course in business ethics were less likely to do academic dishonesty than students who had not taken such a course. Likewise, the students who were higher intelligence indicate they have higher academic honesty. But, students who were highly religious don’t indicate that they were less likely to academic dishonesty. Additional test result showed there are differences in the behavior of academic dishonesty committed accounting students between Public University and Islamicic University.
Kata Kunci : Pendidikan etika, kecerdasan, religiusitas, kecurangan akademik / Ethics education, intelegence, religiosity, academic dishonesty