Analisis Ketahanan Bankruptcy antara Perusahaan Syariah dan Perusahaan Non-Syariah dengan Menggunakan Altman Z Score (Studi Kasus pada Perusahaan Non Keuangan yang Listed di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015)
YUNITA TRI RATNA MELIANI, Ahmad Amin, S.E., M.Sc
2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSIIndonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Muslim. Hal ini membuat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan perekonomian syariah. Dalam satu dekade terakhir, perekonomian syariah di Indonesia meningkat tajam, ditandai dengan munculnya perusahaan keuangan maupun non keuangan di Indonesia. Hal ini membuat lingkungan ekonomi dan bisnis Indonesia semakin kompetitif dimana dibutuhkan ketahanan perusahaan yang bisa dilihat dari kinerja keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan ketahanan bankruptcy antara perusahaan syariah dibandingkan dengan perusahaan non syariah dalam lingkungan yang semakin kompetitif. Ketahanan perusahaan diukur dengan menggunakan model pengukuran kebangkrutan perusahaan yang disebut dengan Z Score. Menggunakan uji Independent t-test, penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan kebangkrutan perusahaan syariah lebih baik dibandingkan dengan perusahaan non syariah. Penelitian ini menggunakan data dari perusahaan syariah go public yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia dan perusahaan non syariah go public yang terdaftar di BEI. Ketahanan perusahaan secara umum dapat dilihat dari rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitasnya. Tingkat solvabilitas perusahaansyariah menunjukkan bahwa perusahaan syariah lebih aman karena proporsi pendanaan eksternal melalui pinjaman lebih sedikit dibandingkan dengan pendanaan internalnya, sehingga risiko perusahaan syariah lebih rendah.
Indonesia is one country that is predominantly Moslem. It makes Indonesia has great potential for economic development of sharia. In the last decade, the economy of sharia in Indonesia is rising, marked by the emergence of financial and non-financial companies in Indonesia. It makes the environment of economics and business in Indonesia increasingly competitivewhere the resilience needed a company that could be seen of financial performance. This study aims to determine how the resistance ratio between the company's bankruptcy sharia compared with non-Islamic companies in an increasingly competitive environment. Its resistance is measured using the measurement model of corporate bankruptcy, called the Z Score. In this study, Independent t-test is used and shows that the resilience of the company's bankruptcy sharia is better than the company's non-Islamic. This study uses data from the company went public listed sharia in Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) and the non-Islamic companies go public listed in the Stock Exchange. The resilience of the company in general can be seen from the ratio of liquidity, profitability and solvency. Solvency level of company indicates that the company Islamic sharia is more secure because of the proportion of external funding through borrowing less than the internal funding, so It has lower risk than non sharia company.
Kata Kunci : Ketahanan Kebangkrutan Perusahaan, Perusahaan Syariah, Perusahaan Non Syariah, Z Score, Likuiditas, Solvabilitas.