ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADAKOPERASI SERBA USAHA BMT TUMANG KECAMATAN CEPOGO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013,2014, DAN 2015
ROSANNA AGNESIA D, Drs.Achmad Choiruman M.Si.
2016 | Tugas Akhir | D3 MANAJEMEN SVDaniswari, Rosanna Agnesia. 2016.Analisis Kinerja Keuangan pada Koperasi Serba Usaha BMT Tumang Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali Tahun 2013, 2014, dan 2015 Tugas Akhir. Jurusan Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi. Universitas Gadjah Mada. Pembimbing Drs.Ahmad Choiruman M.Si. Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Kinerja keuangan yang baik dapat dinilai dari hasil analisis yang memperoleh prosentase yang sesuai dengan standar yanng telah ditetapkan. Pedoman yang dipakai dalam mengukur kinerja keuangan koperasi ini menggunakan standar Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 96/Kep/M.KUKM/IX/2004 tentang Pedoman Standar Operasional Manajemen Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi. Rumusan masalah yang dihasilkan adalah a) bagaimana kinerja keuangan pada Koperasi Serba Usaha BMT Tumang? b) bagaimana posisi keuangan Koperasi Serba Usaha BMT Tumang?. Tujuan penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan serta posisi keuangan Koperasi Serba Usaha BMT Tumang Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali. Lokasi penelitian ini terletak di Koperasi Serba Usaha BMT Tumang Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali . Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif prosentase, yaitu dengan cara menjelaskan data-data yang telah ada kemudian diolah dan menghasilkan hasil dalam bentuk prosentase. Analisis rasio yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan pada koperasi Bina Usaha menggunakan analisis rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas. Keseluruhan analisis yang dilakukan menghasilkan angka rasio yang cukup baik kecuali pada analisis Cash Ratio. Analisis tersebut diperoleh hasil dibawah standar yang telah ditetapkan, karena dalam menganalisis Cash Ratio secara konseptual tidak melibatkan akun piutang, dimana pada Koperasi Serba Usaha BMT Tumang Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali ini harta terbesar diperoleh dari akun piutang sesuai dengan jenis usaha koperasi yang bersangkutan yakni koperasi simpan pinjam. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari analisis dan pembahasan di atas adalah bahwa secara keseluruhan rasio-rasio yang dianalisis sudah menghasilkan angka rasio yang cukup baik dan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal yang perlu diperbaiki dalam analisis di atas yaitu bahwa meskipun secara keseluruhan menghasilkan angka yang cukup baik, tetapi lebih baik lagi jika diimbangi dengan keseimbangan harta yang tidak hanya berasal dari piutang, karena akun piutang juga memiliki kemungkinan adanya piutang yang tidak tertagih juga.
ABSTRACT Daniswari, Rosanna Agnesia. 2016. Financial Performance Analysis in the BMT Tumang Cooperation of Boyolali Subditrict, Boyolali Regency. Final Project. Management Departement. Economic Faculty. Gadjah Mada of University. The Guiding of Lecture Drs.Ahmad Choiruman M.Si Keyword: Ratio Analysis, Financial Report, Financial Performance. Company financial performance is a description of a company financial condition were analyzed with the tools of financial analysis, so that can know about the good and bad condition that reflects a company financial performance within a certain period. Good financial performance can be concidered from the result of the analysis to obtain percentage of according to established standards. Guidelines used is measuring the financial performance of cooperatives is using a standard State Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republik of Indonesia No. 96/Kep/M.KUKM/IX/2004 Standard Operating Guidelines for Management of Credit Unions and Savings and Loans Cooperative Unit. The resulting formulation of the problem is a) How the financial performance of the BMT Tumang Coorperation? b) How the coorperative financial position of the BMT Tumang Coorperation?. The purpose of this research is to determine the financial performance and financial position of BMT Tumang Cooperation Boyolali Subdistrict Boyolali Regency. Study location on this research is BMT Tumang cooperation, subdistrict of Boyolali, regency of Boyolali. The analitical method used isdescriptive quantitatif percentages, that is explaining the data that already exist and then processed and produces result in termsof percentage . Ratio analysis is used in measuring the financial performance of the BMT Tumang cooperative using ratio liquidity, solvency and profitability. The overall analysis conducted prodused a ratio that is good enough except for the Cash Ratio. The analysis results obtained under the standards set, because conceptually in analyzing Cash Ratio does not involve accounts receivable where the BMT Tumang cooperative is the greatest treasure of accounts receivable acquired in accordance with the type of cooperative effort is concerned that credit unions. The conclusion that can be obtained from tha analysis and discussion above is that the overall ratios are analyzed already produce a fairly good rate and ratio are in accordance with the standards set. Things that need to be fixed in the above analysisis that although the overall result is fairly good numbers, but even better if balanced with a balance of property not only from accouts receivable,accounts receivable as well as having the possibility of receivable are not collectible as well.
Kata Kunci : Kata Kunci : Analisis Rasio, Laporan Keuangan, Kinerja Keuangan