PRODUKTIVITAS KELOMPOK WALET SAKTI DALAM PENGELOLAAN SARANG BURUNG WALET HABITAT ALAMI DI KABUPATEN KEBUMEN
MULIA ELA SYIFAURROH, Dr. Samodra Wibawa
2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Kabupaten Kebumen merupakan salah satu penghasil sarang burung walet. Meskipun sudah terkenal dengan waletnya, produktivitas sarang burung walet di Kabupaten Kebumen terus mengalami penurunan hingga tahun 2011 penghasilan yang diperoleh sangat jauh dari target. Sarang burung walet habitat alami yang dikelola oleh pemerintah daerah kini menjadi wewenang Pemerintah Desa Karangduwur melalui surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan Pemerintah Desa Karangduwur, yaitu Nomor: 600/087/2012 tentang pengelolaan dan pengusahaan burung walet. Selanjutnya, Pemerintah Desa Karangduwur membentuk kelompok pengelola sarang burung walet bernama Kelompok Walet Sakti. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui produktivitas Kelompok Walet Sakti dalam mengelola sarang burung walet di Unit Goa Karang Duwur serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode eksploratif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi, kemudian data dipilah, dianalisis, dan dirangkai hingga diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pengelolaan sarang burung walet yang dilakukan oleh Kelompok Walet Sakti cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2012 sarang burung walet yang dihasilkan adalah 26,55 kg dengan hasil penjualan sebesar Rp 141.450.000,00. Sedangkan pada tahun 2015 sarang burung walet yang dihasilkan adalah 30,90 kg dengan hasil penjualan sebesar Rp 189.765.000,00. Faktor yang sudah baik yaitu kompetensi anggota Kelompok Walet Sakti, cara pemeliharaan, penjagaan dan pemanenan yang diterapkan. Sedangkan faktor yang perlu perhatian lebih adalah sarana dan prasarana yang digunakan. Saran yang dapat penulis berikan diantaranya adalah diperlukan peningkatan, baik kualitas maupun kuantitas seluruh faktor yang ada, terutama sarana dan prasarana. Perbaikan sarana dan prasarana pendukung keamanan dan keselamatan pekerja sangat diperlukan dalam proses pemanenan seperti penggunaan tali pengaman, tangga dari bahan yang lebih kuat serta alat pemetik sarang burung walet. Menjadikan Kelompok Walet Sakti menjadi BUMDes. Dengan begitu, Kelompok Walet Sakti dapat lebih maksimal dalam mengelola sarang burung walet sehingga dapat dijadikan sebagai andalan PADes.
Kebumen is one of producers of swallow’s nest. Although Kebumen has been known for its swallow, the productivity of swallow’s nests in Kebumen Regency had been declining until year 2011 and the earned income is very far from the target. Swallow’s nest natural habitat managed by the local government has now become Karangduwur village government authority through a letter agreement between the Government of Kebumen Regency with Karangduwur village government, namely No. 600/087/2012 on the management and operation of swallow. Furthermore, Karangduwur village government formed swallow’s nest management group named Walet Sakti Group. This study aims to determine the productivity of Walet Sakti Group in managing swallow nests in Karangduwur Cave Unit and the factors that influence it. This study is a qualitative research with explorative method. Data collection techniques in this study include observation, interviews and documentation. Further, the technique of data analysis was done by using triangulation, then the data is sorted, analyzed, and combined to the conclusion. The results showed that productivity management of swallow’s nests made by Walet Sakti Group tends to increase every year. In 2012 the swallow’s nests produced are 26.55 kg with a sales revenue of 141,450,000.00 rupiahs. Whereas in 2015, swallow’s nests produced are 30.90 kg with a sales revenue of 189,765,000.00 rupiahs. Factors that have been good are the competence of members of Walet Sakti Group, the maintenance way, guarding and harvesting which were implemented. While the factor that needs more attention is the infrastructure used. The writer’s suggestions are the improvements in both quality and quantity of all the factors that exist, especially the infrastructure. Repairment of worker’s safety and security supporting facilities and infrastructure is indispensable in the harvesting process such as the use of safety ropes, ladders from stronger materials as well as swallow’s nests picker tools. Making Walet Sakti Group a village owned enterprise (BUMDes) is also needed. By doing so, Walet Sakti Group can manage swallow’s nests more optimally so they can serve as the main village income (PADes).
Kata Kunci : Sarang Burung Walet, Produktivitas, Kelompok Walet Sakti.