Laporkan Masalah

EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN ASPEK PELAYANAN FARMASI KLINIK PADA PELAYANAN RESEP PROGRAM RUJUK BALIK BPJS DI APOTEK KOTA YOGYAKARTA

MARDAME GULTOM, Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt ; Hardika Aditama, M.Sc., Apt.

2016 | Skripsi | S1 FARMASI

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Seiring berjalannya waktu, regulasi terbaru kembali diterbitkan untuk memberikan legitimasi yang jelas bagi apoteker dalam menjalankan fungsi dan perannya maka ditetapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek yang sudah ditetapkan dalam Permenkes RI No. 35/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian dan gambaran pelayanan farmasi klinik klinik berdasarkan Permenkes No. 35/2014 pada apotek program rujuk balik di Kota Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif (non eksperimental) dengan metode pendekatan secara kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dilakukan wawancara. Jumlah apotek yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 3 apotek dan jumlah resep yang menjadi sampel dalam penelitian sebanyak 170 resep. Data diolah dengan statistik terkomputerisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan standar pelayanan farmasi klinik pada 3 apotek program rujuk balik BPJS di Kota Yogyakarta dilaksanakan dengan baik (85,67%). Persentase skor pelaksanaan masing-masing pada pengkajian resep 91,1%, dispensing 94,87%, pelayanan informasi obat 91,33%, konseling 65,40%. Berdasarkan data wawancara, tidak semua apotek melaksanakan pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat. Kata kunci : standar pelayanan kefarrmasian, pelayanan farmasi klinik, apotek, program rujuk balik

Pharmacy services is a direct service and responsible to the patient associated with a pharmaceutical preparation with a view to achieve results that are sure to improve the quality of life of patients. Over time, the latest re-issued regulations to provide a clear legitimacy for pharmacists to exercise their functions and roles then set standard pharmaceutical services in pharmacies which have been defined in Permenkes No. 35/2014. This study aims to determine the level of implementation of service standards of pharmacy and pharmaceutical care clinic clinical picture based Permenkes No. 35/2014 in pharmacies behind the reconciliation program in the city of Yogyakarta. The study was a descriptive study (non-experimental) by the method of quantitative and qualitative approaches. Data collected by observation and interviews. The number of pharmacies involved in this study were three pharmacies and a number of recipes to be sampled in the study of 170 prescriptions. Data processed by computerized statistics. The results showed that the application of standard clinical pharmacy services at 3 pharmacies behind BPJS reconciliation program in Yogyakarta executed well (85.67%). The percentage of each execution scores on assessments recipes 91.1%, dispensing 94.87%, 91.33% of drug information services, counseling 65.40%. Based on interview data, not all pharmacies carry out monitoring drug therapy and monitoring of drug side effects. Keywords : pharmacy service standards, clinical pharmacy services, pharmacies, behind the reconciliation program

Kata Kunci : standar pelayanan kefarrmasian, pelayanan farmasi klinik, apotek, program rujuk balik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.