Laporkan Masalah

PEMODELAN DEBIT ALIRAN DAS BOMPON, KABUPATEN MAGELANG MENGGUNAKAN METODE RASIONAL MODIFIKASI

MEGA YULISETYA W, Dr. M. Pramono Hadi, M. Sc.

2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Fluktuasi ketersediaan air yang cukup besar antara musim kemarau dan penghujan menimbulkan permasalahan hidrologis seperti banjir dan kekeringan. Hampir setiap penduduk selalu kekurangan air, khusunya air bersih. Identifikasi kondisi hidrologis DAS perlu dilakukan, salah satunya adalah mengetahui karakteristik debit aliran. Karakteristik debit aliran dapat ditentukan dengan pemodelan. Salah satunya adalah dengan aplikasi metode rasional modifikasi. Model ini diterapkan di DAS yang mempunyai luas 279,61 Ha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lengkung aliran dan mendeskripsikan karakteristik hidrologis. Teknik analisis yang digunakan merupakan teknik analisis deskriptif berdasarkan hidrograf aliran dan teknik komparatif antara DRO hasil pemodelan dan observasi. Lengkung aliran direkronstruksi berdasarkan dimensi bangunan air yang ada dan pencatatan tinggi muka air. Bangunan air memiliki tipe short crested weir. Validasi dilakukan berdasarkan tiga kejadian banjir, yaitu tanggal 21 Januari, 22 Januari, dan 10 Februari 2016. Setiap kejadian tersebut mempunyai karakteristik hujan yang berbeda. Parameter yang lain adalah karakteristik lahan (tekstur tanah, koeffisien manning, dan koefisien saturasi). Perhitungan debit aliran pada setiap piksel, kemudian dilakukan penelusuran menggunakan kinematic wave. Hasil dari pemodelan ini berupa hidrograf DRO dan simulasi debit aliran. Pemisahan DRO dan baseflow pada hidrograf observasi menggunakan data hasil pemodelan, menunjukan bahwa aliran yang melalui SPAS pada saat debit turun berupa aliran dasar. Hasil pemodelan dikalibrasi menggunakan hasil observasi (hidrograf rating curve). Semua proses perhitungan dilakukan pemrograman dengan menggunakan PC-Raster. Nilai akurasi yang cukup baik, yaitu 10-20%. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa lengkung aliran DAS Bompon dapat digunakan untuk merumuskan nilai debit aliran berdasarkan data TMA. Berdasarkan hasil pemodelan menunjukan adanya tanggapan yang berbeda antara aliran permukaan dan aliran dasar, dengan waktu mencapai puncak lebih cepat daripada waktu untuk surut. Aliran air yang keluar dari DAS didominasi oleh aliran dasar.

Water availability’s fluctuation between dry and rainy season could inflict hydrological problems such as flood and drought. Many communities are lacking of clean water. Identification of hydrological conditions is required, one of which is identify the characteristic of the discharge. It can be done by modelling method. One of the method that used in this research is modified rational method applied in Bompon watershed that has an area of 279,61 Ha. The aim of this study to determine the rating curve and describe its hydrological the characteristics based on modified rational method. The technique of analysis adopted in study is descriptive based on the discharge hydrograph and comparative techniques between modeling results and observation. Rating curve is reconstructed based on the dimension of the short crested weir and records of water level. Validation were carried out based on three flood events, in 21nd January, 22nd January and 10nd February. Each of these events has various characteristics of rain. Another parameter could be taken from characteristic of land (soil texture, coefficient manning, and coefficient of saturation). Rate of discharge calculation of each pixel, is routed using the kinematic wave. The results of this modeling are hydrograph DRO and rate of dischare simulation. Separation of the DRO and baseflow of hydrograph observation using the data modeling results, showed that the flow through the SPAS when discharge resesion is baseflow. The results of modeling are calibrated using the results of observations (hydrograph rating curve). All of the calculation process are accomplished using application called PC-Raster. Good accuracy measurement is about 10-20%. From the results of the study, it can be concluded that the rating curve Bompon Watershed can be used to define the value of discharge based on recorded water lever. Modeling results showed a different response between runoff and base flow. The time of peak is more fast than the time for its resesion. The flow of water coming out of the watershed is dominated by base flow.

Kata Kunci : rasional modifikasi, rating curve, DRO, baseflow, hidrograf

  1. S1-2016-334413-abstract.pdf  
  2. S1-2016-334413-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-334413-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-334413-title.pdf