Kajian Tembakau Sebagai Komoditas Unggulan Kabupaten Temanggung
IKA AGUSTINA, Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTanaman tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan komoditas unggulan Kabupaten Temanggung dari sektor pertanian sekaligus unggulan bagi para petani karena memilki kontribusi besar bagi pendapatan petani. Disahkannhya PP nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengadung Zat Adiktif Tembakau bagi Kesehatan menimbulkan kontra bagi petani tembakau di Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah basis tembakau di Kabupaten Temanggung, (2) mengetahui pengaruh kebijakan pemerintah tentang perlindungan dampak tembakau terhadap produksi dan produktivitas komoditas tembakau Kabupaten Temanggung dan (3) mengidentifikasi alternatif komoditas unggulan selain tembakau terkait adanya kebijakan pemerintah tentang perlindungan dampak tembakau. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dan primer, dengan teknik analisis yang digunakan yaitu dengan perhitungan LQ untuk memetakan daerah basis, uji statistik untuk mengetahui pengaruh kebijakan, dan tipologi klassen untuk menentukan alternatif. Data yang digunakan yaitu Temanggung Dalam Angka dan Jawa Tengah Dalam Angka serta data hasil indepth interview. Variabel yang digunakan yaitu produksi, luas lahan, produktivitas, laju pertumbuhan, dan kontribusi komoditas perkebunan, dengan unit analisis 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Daerah basis tembakau memiliki nilai LQ diatas 1, persebaran daerah basis tembakau di 13 kecamatan di Kabupaten Temanggung dari 18 kecamatan yang menghasilkan tembakau. Kebijakan pengendalian dampak tembakau sampai saat ini tidak berpengaruh terhadap produksi atau produktivitas tembakau di Kabupaten Temanggung, penurunan produksi dikarenakan masalah curah hujan, meskipun data statistik menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan produksi tembakau sebesar 26,36 %. Alternatif komoditas unggulan selain tembakau berupa komoditas kopi arabika, kopi robusta, aren (komoditas prima), dan panili (komoditas potensial) Kata kunci: Tembakau, Kebijakan, Alternatif Komoditas
Tobacco plants (Nicotiana tabacum) is a leading commodity in Temanggung regency from the agricultural sector also leader of farmer agricultural products because it has contributed greatly to the income of farmers. The passage of the Government Regulation No. 109 of 2012 on Safety of Addictive Substances Containing Materials for Health Tobacco raises contra for tobacco farmers. The purpose of this study was to identify and map the production and areal bases of tobacco on Temanggung regency. Determine the effect of government policy on the protection impact of tobacco production and productivity and identifying alternative leading commodities other than tobacco related government policies on the protection of the impact of tobacco. Methods of analysis of this study using secondary and primary data analysis, the analytical technique used is to map the LQ calculation basic, statistical tests to know impact of the policy, and Klassen typology to define the alternative. The data used in research are Temanggung in figure and Central Java in Figures also data from in-depth interview. Variables used are the production, land use, productivity, growth rate, and the contribution of agricultural commodities, base analysis unit on 20 districts in Temanggung regency. Areal bases of tobacco have an LQ score above 1, the spreads of the tobacco areal bases in 13 districts in Temanggung regency of the 18 district that produce tobacco. The impact of tobacco control policies to date does not effect to the production and productivity of tobacco plants in Temanggung Regency, the decline in production due to problems rainfall, although statistics show the influence of the decline in tobacco production amounted to 26,36 %. Alternative leading commodities other than tobacco such as arabica coffee, robusta coffee, java sugar (superfine commodities), and vanilla (potential commodities) Keywords: Tobacco, Policy, Alternative commodities.
Kata Kunci : Tembakau, Kebijakan, Alternatif Komoditas