STUDI KERUSAKAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN PENAMBANGAN PASIR DI DAERAH CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
HENDARKO HINU H, Dr. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIKecamatan Cangkringan, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta yang terus mengalami perkembangan, terbukti dari tingkat kepadatan penduduknya yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Studi kerusakan lingkungan terhadap aktivitas penambangan dapat menjelaskan tentang tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan dan dapat digunakan sebagai acuan dalam manajemen penambangan berwawasan lingkungan. Penelitian dilakukan dengan metode semi kuantitatif, metode ini berupa pengamatan langsung yang dilanjutkan dengan penilaian dan pembobotan berdasarkan parameter kerusakan lingkungan. Hasil identifikasi studi kerusakan lingkungan menunjukan pada lokasi penelitian di Desa Umbulharjo memiliki nilai kerusakan masing 2,55 sedangkan pada lokasi di Desa Kepuharjo bernilai 2,6, kedua masing-masing nilai tersebut berada pada tingkat kerusakan berat. Pembobotan dilakukan pula pada tingkat gangguan pada sektor lain, dimana kedua lokasi penambangan memiliki nilai 4, hal ini menandakan aktivitas penambangan yang dilakukan sangat berpengarah pada sektor lain. Hasil identifikasi pada aktivitas penambangan menunjukan perlu diadakannya perubahan manajemen penambangan didasarkan penambangan berwawasan lingkungan.
Cangkringan, is one of the districts in Sleman district in Yogyakarta who continue to experience growth, as evidenced by their high population density is increasing from year to year. Study of environmental damage to the mining activity could explain about the level of destruction caused by mining activity and can be used as a reference in the management of environmentally sound mining. Research carried out by semi-quantitative method, the method is in the form of direct observation, followed by assessment and weighting based on the parameters of environmental damage. The results of the study identify environmental damage showed the study site in the village of Umbulharjo had their damage values ��of 2.55, while on location in the village of Kepuharjo worth 2.6, both individual scores fall in the rate of heavy damage. Weighting done also at the level of interference in other sectors, where both the mine site has a value of 4, it indicates that mining activities do very influential in other sectors. The results show identification in mining activities need to be holding a management change based mining environmentally sound mining.
Kata Kunci : Kata kunci: Kecamatan Cangkringan, studi kerusakan lingkungan, aktivitas penambangan, tata guna lahan.