Status dan peranan Bundo Kanduang dalam penyelenggaraan Pemerintahan Nagari di Kecamatan Baso Kabupaten Agam
ARYATI, Prof.Dr. Sjafri Sairin
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikPermasalahan penelitian ini berfokus pada status dan peranan Bundo Kanduang dalam penyelenggaraan Pemerintahan Nagari di Kecamatan Baso Kabupaten Agam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan peranan Bundo Kanduang dalam penyelenggaraan Pemerintahan Nagari. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan analisa kualitatif. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah Perempuan Minang yang ada di Kecamatan Baso belum berperan aktif dan belum siap dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Terbukti dari tidak adanya aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh perempuan Minang tersebut untuk bangkitnya kembali organisasi Bundo Kanduang Nagari. Hal ini disebabkan oleh kebingungankebingungan yang dihadapi oleh perempuan Minang dan juga disebabkan oleh "Cultural Shock" yang terjadi selama ini di Ranah Minang yang dampaknya berkelanjutan. Belum ditemukan secara konkrit adanya suatu upaya antisipasi Pemerintah Nagari terhadap perubahan status dan peranan Bundo Kanduang oleh karena itu masih terbuka lebar peluang untuk mewujudkan otonomi Nagari yang sesuai dengan bentuk aslinya. Saran yang diajukan adalah agar perempuan Minang khususnya di Kecamatan Baso harus segera menyiapkan diri dalam merespon perubahanperubahan yang terjadi dan segera merumuskan bentuk Organisasi Bundo Kanduang yang cocok di masing-masing Nagari. Hal ini diiringi dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten, Kecamatan dan Nagari untuk mensosialisasikan perubahan status dan peranan Bundo Kanduang dan merumuskan kebijakan, guna menghindari kebingungan-kebingungan yang dialami oleh Bundo Kanduang dan Pemerintahan Nagari. Serta perlu membangun suatu jembatan komunikasi antara Pemerintah Daerah dengan institusi- institusi lokal yang ada di Nagari.
The research problem focuses on the status and role of Bundo Kanduang in holding the County Government in Baso Subdistrict, Agam Regency. This research aims at knowing the status and role of Bundo Kanduang in Holding the county Government. The research method was held descriptively using qualitative analysis. The generalization resulted in this research is The existing Minang Women in Baso Subdistrict have been not talking active role and not ready to encounter any changes happened. As proved from the nonexsiting activities hold by the Minang women for the organization of county Bundo Kanduang organization revival. It is caused by the confusion facing the Minang and caused by Cultural Shock happening during in the Ranah Minang whose impacts go forwards. There is never found with the Country Government's effort anticipating concretely to any status and role change by Bundo Kanduang, hence, there are still widely opened opportunities to actualize the county autonomy in accordance with the origin. The recommendation assign here is in order the Minang women, especially in Baso Subdistrict, have to soon prepare themselves in respond ing any changes happening and soon formulate the appropriate Bundo Kanduang Organization in each county. Accompanied by the Regencial, Township and County Government's Supports to socialize any changes of Bundo Kanduang and County Government. In addition, it needs to build a communication bridge between the Local Government and the existing local institutions in the County
Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah Daerah,Pemerintahan Nagari,Peran Bundo Kanduang