Laporkan Masalah

PENGARUH NAUNGAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia L.) TERHADAP DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN VEGETASI BAWAH DI GUMUK PASIR PARANGKUSUMO, YOGYAKARTA

MOHAMAD NAJMI NAFIS LAALY, Siti Nurleily Marliana, Ph.D.

2016 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Penanaman cemara udang (C. equisetifolia L.) di gumuk pasir Parangkusumo sebagai upaya aforestasi tepi pantai telah membentuk tegakan homogen yang menutup sebagian besar kawasan pesisir selatan Bantul, Yogyakarta. Semakin meluasnya area tegakan menyisakan sedikit area gumuk terbuka sehingga dapat mengancam kelestarian gumuk pasir dimasa mendatang, termasuk vegetasi asli lokal yang hidup didalamnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2016 di gumuk pasir Parangkusumo, bertujuan untuk mempelajari perbedaan distribusi dan kemelimpahan vegetasi bawah yang ada pada pada tiga stasiun pengamatan, yaitu lahan terbuka (LT), tegakan anak phon (TAP), dan tegakan pohon (TP). Pengambilan data dilakukan dengan metode pencuplikan sistematis menggunakan petak ukur bertingkat 2x2 m2 dan 10x10 m2. Hasil penelitian menunjukkan tutupan growthform rumput mendominasi di stasiun LT dan TAP, sedangkan TP didominasi oleh herba. Nilai penting tertinggi dimiliki oleh Fimbristylis dichotoma pada LT dan TAP (86,69% dan 41,88%), serta Gisekia pharmacioides pada stasiun TP (70,00%). Kekayaan jenis tertinggi dimiliki stasiun TP (15 jenis), diikuti oleh TAP (11 jenis) dan LT (tujuh jenis). Faktor lingkungan secara tunggal tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan tutupan vegetasi bawah di gumuk pasir.

Afforestation effort with introducing sheoak (C. equisetifolia L.) in Parangkusumo sand dunes has formed homogenous stands that dominate most parts of the southern coast of Bantul, Yogyakarta. This large areas of homogenous stands may threaten the future sustainability of sand dunes ecosystem, including its indigenous vegetation. This research was conducted at Parangkusumo sand dunes on March to May 2016. This study was aimed to investigate understory distribution and abundance on three sampling stations, namely lahan terbuka (LT), tegakan anak pohon (TAP), and tegakan pohon (TP). Data were collected with systematic sampling method using nested plots 2x2 m2 and 10x10 m2. The results showed that LT and TAP station were dominated by grass cover, while TP is dominated by herb cover. Fimbristylis dichotoma and Gisekia pharmacioides were the species with highest important value index. TP has the highest species richness that consist of 15 species, followed by TAP (11 species), and LT (seven species). Single environmental factor did not influence the understory cover in all stations.

Kata Kunci : aforestasi, cemara udang, gumuk pasir pesisir

  1. S1-2016-329773-abstract.pdf  
  2. S1-2016-329773-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-329773-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-329773-title.pdf