Penataan organisasi Pemerintah Kota Magelang
SOEWARNO, Dr. Warsito Utomo
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikSebagai tindak lanjut dari Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Kota Magelang telah menerbitkan 3 Peraturan Daerah No. 15, 16, dan 17 tahun 2000 masing-masing secara berurutan tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kota, terakhir Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah. Menurut pengamatan kami selama 1,6 tahun temyata struktur organisasi tersebut kurang mampu mengadaptasi terhadap perubahan lingkungan, sehingga perlu dilakukan penataan struktur organisasi menjadi hemat struktur dan kaya fungsi. Untuk melakukan penataan kembali struktur organisasi, kami menggunakan 6 variabel independen yaitu : budaya organisasi, stufing, strategi, tata laksana dan prosedur, pendidikan dan ketrampilan, kepemimpinan, dan satu variabel dependen (Y = penataan organisasi). Metode yang digunakan adalah korelasi dan persamaan regresi. Menurut hasil analisa data ternyata terdapat 4 variabel independen yaitu : stufzng, strategi, tata laksana dan prosedur, dan kepemimpinm yang mempunyai hubungan fungsional dengan penataan struktur organisasi, dan 2 variabel lainnya : budaya organisasi dan pendidikan dan ketrarnpilan yang tidak memiliki hubungan dengan penataan struktur organisasi. Kemudian variabel independen dikernbangkan ke dalam persamaan regresi untuk mengetahui sampai seberapa jauh pengaruh variabel independen terhadap penataan organisasi Pemerintah Kota Magelang (Y). Ternyata secara parsial terdapat 3 variabel independen yang tidak berpengaruh dan 3 variabel independen yang berpengaruh pada penataan struktur organisasi. 3 variabel independen yang tidak berpengaruh adalah variabel budaya organisasi, stafing, dan penQdikan dan ketrampilan, dan 3 variabel independen yang berpengaruh adalah variabel strateg, tata laksana dan prosedur, dan kepemimpinan. Kemudian bila dilihat secara simultan (bersama-sama), keenam variabel independen memiliki pengaruh terhadap penataan struktur organisasi Pemerintah Kota Magelng dengan tingkat koefisien determinan sebesar 47,6% dan 52,4% dipengaruhi oleh variabel yang lain. Sehubungan dengan hasil analisa persamaan regresi tersebut di atas, ternyata persamaan regresi tersebut dapat dipakai untuk mempredksi penataan qttrrJktIJr organisasi Pemerintah Kota Magelang dari kuya struktur dun hemat fungsr menjadi hernut struktur dan kuyu fungsi sehingga jwnlah strukturnya menjadi satu unit Eselon Wa, 11 unit Eselon Ivb dan 8 unit Eselon IWa (kantor).
The impact of Undang-Undang No. 22 tahun 1999 on Local Government, Magelang City Government published some local laws (Peraturan Daerah) No. 15, 16, and 17, 2000* on Organization structure and administration of Local Secretary and DPRD Secretary; City Service, and City Technical Service. The Local law has aged about 1,6 years and the characteristic of organization structure is multy structure and less function. It contents one Esselon II/a unit, fourteen Esselon IUb units, and thirteen Esselon III/a (Office). After observing during 1,6 years, in my opinion, the above organization structure is not adaptive to environmental change so that it should be restructured to be less structure and multy function. Therefore, there are 6 independent variables to dependent variables is : XI = organization culture, X2 = staffing, X3 = strategy, X4 = administration and procedure, X5 = education and skill, X6 = leadership. Whereas dependent variable (Y) is the restructure of City Government Organization. The based on data analysis, there are evidently 4 independent variable which relate to dependent variable, and 2 independent variables unrelate to dependent variable. Four independent variables are X2 = staffing, X3 = strategy, XJ = administration culture, and X5 = education and skill. All independent variables are applied to regression to find out the influence toward developing organization structure. In fact, there are parcially 3 independent variables which have influence and 3 independent variables which have no influence to develop organization structure. But it is so interesting for me that all independent variables simultantly have influence to develop organization structure, with determinant coefisien about 47,6% and other independent variables about 52,4%. They are unknown variables. In view of the above analysis, I content that the regression analysis can be applied to develop organization structure of Magelang City Government to become less structure and multy function is one Esselon II/a units, elevent Esselon 1% units, eight Esselon IlI/a units (service).
Kata Kunci : Organisasi Pemerintah Daerah, Penataan