Evaluasi Kemampuan Adaptasi Uji Keturunan Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) F2 sampai Umur 20 Bulan di Wanagama 1 Gunungkidul
SEPTIYAN PRASETYA BHAYANGKARA, Ir. W. W. Winarni, M. P.
2016 | Skripsi | S1 KEHUTANANNangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga banyak upaya dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dari produktivitas tanaman tersebut. Nangka saat ini masih dalam proses pemuliaan, pemuliaan tanaman nangka diawali sebelum tahun 2000 dengan dilakukanya eksplorasi benih nangka di 11 provinsi di Indonesia. Pada tahun 2000 dilakukan penanaman uji keturunan nangka F1 di Karangmojo Gunungkidul. Tahun 2012 dilakukan pengunduhan buah untuk diekstraksi bijinya dan digunakan sebagai materi pembuatan persemaian nangka, semai nangka selanjutnya ditanam sebagai uji keturunan nangka F2 di Wanagama 1 Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat adaptasi tanaman uji keturunan nangka F2 di Petak 17, Desa Banaran, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2013 untuk pengukuran pertama, dan Juli sampai Agustus 2014 untuk pengukuran kedua. Desain pertanaman uji keturunan nangka adalah RCBD (Randomize Completely Blok Design), yang terdiri dari 6 Blok, 70 seedlot, dan 4 treeplot, jarak tanam yang digunakan adalah 3 m x 3 m. Evaluasi pada umur 2 tahun ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kemampuan adaptasi tanaman uji keturunan nangka berupa persen hidup dan (2) mengetahui performa tanaman nangka yang meliputi pertumbuhan diameter, dan pertumbuhan tinggi tanaman sampai umur 2 tahun di Petak 17 Wanagama I Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan persen hidup tanaman uji nangka F2 pada umur 1 tahun sebesar 70,89 % dan menurun pada umur 2 tahun menjadi 64,04 %. Ada beda nyata dari pertumbuhan tinggi dan diameter antar seedlot. Tanaman uji keturunan nangka F2 yang mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan Petak 17 Wanagama 1 adalah nomor seedlot 219 dari Sumatra Utara karena pada tahun ke 2 mempunyai persen hidup 100% pada ke 6 blok. Riap pertumbuhan tinggi dan diameter terbaik adalah seedlot 259 dengan riap tinggi rata-rata 109 cm per tahun dan riap diameter rata-rata sebesar 1,68 cm per tahun. Taksiran nilai heritabilitas tinggi sebesar 0,15 dan taksiran nilai heritabilitas diameter sebesar 0,46. Nilai korelasi genetik antara tinggi dan diameter tanaman uji keturunan nangka pada umur 2 tahun adalah sebesar 39,45%.
Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk.) gives a lot of benefits to people’s necessary so as a result, many efforts were conducted by people to attain a maximum value of its production. The jackfruits are still in plant breeding process which started by an exploration of 11 provinces jackfruit seeds in Indonesia in early 2000. At the same time, jackfruit seeds were planted to F1 progeny test purpose in Karangmojo Sub-district Gunungkidul. In 2012, its fruits were harvested and extracted to be used as jackfruit seedbed material and its seedlings were planted as F2 jackfuit progeny test in Wanagama 1 Gunungkidul. Purpose of this research was to determinted the adaptability of F2 jackfruit progeny test in 17 compartment, Banaran Village, Gunungkidul area. The first measurement of this research was conducted on July - August 2013 and the second measurement was on July – August 2014 with the RCBD (Randomize Completely Blok Design) analyze which consist of six blocks, 70 seedlots and four treeplots and using 3 m x 3 m spacing. This two-year-old jackfruits evaluation were aimed to (1) determine the adaptabiliy rank of live ratio of jackfruit progeny test as well as (2) to discover the performance of jackfruits diameter and height growth in 17 compartment Wanagama 1 Gunungkidul. The results showed that one year F2 jackfruit progeny test live ratio was 70.89 % and decreased to 64.04 % in the age of two years. There was a statistically significant among height and diameter growth variables in same seedlot. The most adaptability of twenty mounth jackfruit plants in 17 compartment Wanagama 1 were the 219 seedlot from North Sumatra due to they had 100% of live ratio in six blocks. The most good performance height and diameter growth in this research was showed in 259 seedlot with 109 cm per year height growth average and 1.68 cm per year for diameter growth average. Heretability value for height variable was 0.15 and 0.46 for diameter variable. The value of genetic correlation between height and diameter growth was 39.45 %.
Kata Kunci : Key words : The Jackfruit, Progeny test, Wanagama 1