Laporkan Masalah

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA DIARE INFEKSI ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2014

NUSAIBA SANIA SINTAINI, Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt ; Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt

2016 | Skripsi | S1 FARMASI

Diare menjadi penyakit dengan prevalensi yang tinggi dan menjadi penyebab angka kesakitan serta kematian yang tinggi pada anak di seluruh dunia. Data prevalensi penyakit di RS PKU Muhammadiyah tahun 2014 menunjukkan bahwa diare menduduki urutan ke-3 dengan angka kejadian terbanyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengobatan antibiotik pada pasien anak dengan diagnosa diare infeksi dan dikaji kesesuaiannya berdasarkan Standar Pelayanan Medis dan formularium RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta edisi V tahun 2012. Penelitian merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Data diperoleh dengan metode simple random sampling dari rekam medis pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian berjumlah 101 pasien. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dikaji kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Medis dan formularium RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian diare terbanyak pada usia <2 tahun sebesar 43,6%. Antibiotik yang banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebesar 95%. Sementara itu, jenis antibiotik yang banyak digunakan adalah cefotaxime 84,2 %. Cara pemberian antibiotik terbanyak diberikan secara intravena yaitu sebesar 88,2%. Rata-rata pemberian antibiotik selama 3 hari. Berdasarkan evaluasi ketepatan pengobatan, 95% tepat indikasi, 100% tepat pasien, 98,3% tepat obat, dan 80,7% tepat dosis. Sebagian besar pasien (94,1%) keluar rumah sakit dengan keadaan sembuh.

Diarrhea has been considered as a disease with high prevalence and causes high morbidity and mortality of children worldwide. The disease prevalence data of RS PKU Muhammadiyah in 2014 shows that diarrhea ranks 3rd with the highest incidence rate. This study was aimed to determine the pattern of antibiotic usage in pediatric patients diagnosed with infectious diarrhea and examine its compliance based on the Medical Service Standard and formulary of RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta 5th Edition in 2012. The study is a cross-sectional study with retrospective data collection method. The data were obtained by simple random sampling from patient�s medical records according to inclusion and exclusion criteria. Approximately 101 patient data were included in this study. The data were descriptively analyzed and reviewed for the suitability with Medical Service Standard and formulary of RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. The results show that the highest incidence of diarrhea was found to be at age <2 years with 43.6% percentage. The most widely used antibiotics was class of cephalosporin which accounted for 95% of the usage, while cefotaxime became the most widely used antibiotics by 84.2%. Most antibiotics (88.2%) were given intravenously and the average antibiotics were given for 3 days. Based on the evaluation of the antibiotics suitability, 95% are considered as proper indication, 100% proper patient, 98.3% proper medication, and 80.7% proper dose. Accordingly, most of the patients (94.1%) were discharged from the hospital with a cured state and better health.

Kata Kunci : diare, infeksi, antibiotik, anak, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta