Laporkan Masalah

Potensi Radiologi NORM pada Lahan Bekas Tambang Timah Tradisional di Muntok, Bangka Barat

VALENTINA SELI, Ir. Gede Sutresna W, M.Eng.; Ir. Anung Muharini, M.T.

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIR

Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) adalah radioaktivitas lingkungan yang berasal dari alam. Kegiatan tambang dapat meningkatkan aktivitas radionuklida di alam. Salah satunya adalah kegiatan penambangan timah di Muntok, Bangka Barat. Ekstraksi dan pengolahan timah dapat menghasilkan pelepasan radionuklida yang lebih luas ke lingkungan dengan dampak berikutnya ke penduduk manusia dan non-manusia di daerah tersebut. Kegiatan tambang timah meninggalkan kolong atau cekungan yang lambat laun akan terisi oleh air. Kolong yang mengandung mineral ikutan dan logam berat dikhawatirkan mengganggu ekosistem. Potensi radiologi dari NORM pada lahan bekas tambang timah di Muntok, Bangka Barat dianalisis untuk mengetahui radionuklida yang terkandung beserta aktivitas spesifiknya, sehingga dapat dilakukan prediksi dengan menggunakan software RESRAD 6.5 untuk mengetahui dosis radiasi total yang diterima masyarakat dan penambang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode spektrometri gamma untuk mengetahui jenis radionuklida dan aktivitas spesifiknya. Sampel berupa sedimen yang diambil dari 5 kolong yang berbeda. Dalam kondisi kesetimbangan sekuler, aktivitas spesifik 226Ra dapat diamati dari aktivitas spesifik anak luruhnya 214Pb pada energi 295,2 keV dan energi 351,9 keV serta 214Bi pada energi 609,3 keV. Aktivitas 228Th diukur dari anak luruhnya 212Pb pada energi 238,6 keV dan 208Tl pada energi 583,2 keV. Aktivitas 40K diukur pada energi 1460,8 keV. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan RESRAD 6.5. Hasil pengukuran aktivitas spesifik pada sampel sedimen untuk 226Ra yaitu sebesar (73,954 - 408,791) Bq/kg, 228Th sebesar (126,059 - 5544,33) Bq/kg, dan 40K sebesar (49,101 - 418,512) Bq/kg. Dosis radiasi total yang diterima oleh penduduk usia dewasa di Muntok berdasarkan 4 jalur yang dibuka pada RESRAD yaitu jalur external gamma, inhalation, radon, dan drinking water adalah sebesar (3,616 - 5,135) mSv/tahun.

Naturally Occuring Radioactive Material (NORM) is a radioactive material from nature. Mining activities can increase the activity of natural radioactivity. One of the example is tin mining activity in Muntok, Bangka Barat. Extraction and tin processing can release more radionuclide to the environment with subsequent impact to human and non-human in the area. Tin mining activity leaves a basin or in Indonesian word called "kolong" which eventually filled with water. Kolong that contain valuable minerals and heavy metals could harm ecosystem. Radiological potential of NORM in traditional used tin mine in Muntok, Bangka Barat is analyzed for radionuclides contained and their specific activity, so a prediction can be made to determine the total radiation dose that community and the miners received by RESRAD 6.5 software. A spectrometry gamma is performed to know the type of radionuclides and specific activity from the sample. Sample is sediment taken from 5 different kolong. In secular equilibrium condition, the activity of 226Ra can be measured from 214Pb (295.1 keV and 351.9 keV) and 214Bi (609.3 keV). Meanwhile the determination of 228Th activity can be measured from 212Pb (238.6 keV) and 208Tl (583.2 keV) while the activity of 40K can be measured 1460.8 keV. Dose modeling was created using software RESRAD 6.5. The specific activity of 226Ra from sediment sample is (73,954 - 408,791) Bq/kg, the specific activity of 228Th is (126,059 - 5544,33) Bq/kg, the specific activity of and 40K is (49,101 - 418,512) Bq/kg. The total doses based on 4 pathways: external gamma, inhalation, radon, and drinking water that is received by community and miners are (3,616 - 5,135) mSv/year.

Kata Kunci : NORM, kolong timah, spektrometri gamma, dosis radiasi total, Bangka

  1. S1-2016-313247-abstract.pdf  
  2. S1-2016-313247-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-313247-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-313247-title.pdf