Laporkan Masalah

PERAMBAHAN HUTAN OLEH MASYARAKAT CELERING DAN UJUNG WATU DI CAGAR ALAM GUNUNG CELERING

BETI RHO ZETA, Dr. Ir. Lies Rahayu WF., M.P

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Cagar Alam Gunung Celering telah banyak mengalami kerusakan dengan kegiatan yang berorientasi pada konservasi. Perambahan hutan di kawasan konservasi biasa ditemui pada daerah yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk. Hal ini terjadi juga di Cagar Alam Gunung Celering. Cagar Alam ini berbatasan langsung dengan pemukiman, sehingga perambahan tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan karena lahan untuk budidaya pertanian, perkebunan, dan perladangan semakin sempit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perambahan, dan tekanan kawasan oleh perambah di masa yang akan datang di Cagar Alam Gunung Celering. Untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diambil dengan cara melakukan wawancara, dokumentasi, dan observasi lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah faktor-faktor perambahan di Cagar Alam Gunung Celering yaitu : rendahnya pendapatan, rendahnya kualitas kesehatan, rendahnya pendidikan, dan kurangnya lapangan pekerjaan. Faktor selanjutnya adalah kurangnya petugas yang menjaga kawasan tersebut. Dengan kurangnya petugas maka timbul kurang tegasnya penegakan hukum. Berkurangnya luas dan jumlah peramba1 h setiap tahun mengalami perubahan dari tahun 2007-2010. Adanya peningkatan tersebut prediksi masyarakat ke depan dalam kegiatan perambahan hutan semakin berkurang, karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya hutan bagi kehidupan masyarakat. Seiring bertambahnya waktu, masyarakat memiliki rasa sadar untuk tetap menjaga kelestarian dan fungsi hutan dengan baik.

Gunung Celering Nature reserve has a lot of damage to the conservation-oriented activities. Forest encroachment in protected areas commonly encountered in the area immediately adjacent to settlements. This happens also in Gunung Celering Nature Reserve. Nature Reserve is directly adjacent to the settlement, so that encroachment can not be avoided. This is because the land for cultivation, plantation and cultivation increasingly narrow. This study aims to identify the profile encroachers and factors affecting encroachment and predicting pressure browser in the future in the Nature gunung Celering. To meet these objectives conducted by qualitative descriptive method. Data collection techniques collected by conducting interviews and field observations. Data were analyzed using descriptive analysis. The results of the research are factors encroachment in the Nature gunung Celering, such as low income, poor quality of health, lack of education and lack of jobs. A further factor is the lack of officers guarding the area. With a lack of staff then the resulting lack of traction on the rule of law. The reduced size and number of squatters changed every year from 2007-2010. An increase in the prediction of future society in the activities of encroachment on the wane,because the public is increasingly aware of the importance of forests to peoples lives. With increasing time, people have a sense of conscious to keep the preservation and forest function properly.

Kata Kunci : Perambahan hutan, cagar alam, profil, faktor