Laporkan Masalah

Persepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Taman Pintar berdasarkan Fungsinya di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur

NAOMI KLARA, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Salah satu program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik bagi masyarakat ialah dengan membangun taman pintar di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Adapun tujuan penelitian ini antara lain a) Mengidentifikasi kesesuaian konsep taman pintar yang disusun oleh pemerintah dengan implementasinya oleh masyarakat., b) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap berbagai fungsi taman pintar, c) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap keberadaan fasilitas di taman pintar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik survey. Survey dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Responden dalam penelitian ini ialah anak-anak dengan usia 7-18 tahun, penduduk dewasa usia 18-60 tahun, dan lansia dengan usia 60 tahun keatas. Teknik pengolahan data yang dilakukan ialah dengan teknik crosstabs atau tabulasi silang. Komponen-komponen yang di tabulasi silang ialah persepsi pengunjung dengan fungsi taman pintar yang mereka rasakan, kemudian persepsi pengunjung terhadap fasilitas di taman pintar. Terdapat 3 ketidaksesuaian fungsi, antara fungsi yang diharapkan oleh pemerintah dengan yang dimanfaatkan masyarakat. Fungsi utama taman pintar ialah untuk edukasi, namun masyarakat jauh lebih merasakan fungsi hiburan dan rekreasi. Hal ini dikarenakan kurangnya fasilitas yang mengandung unsur edukasi. Fungsi ruang terbuka hijau pada taman pintar antara lain fungsi edukasi, fungsi hiburan, fungsi ruang publik, dan fungsi keseimbangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi edukasi lebih banyak dirasakan oleh pengunjung anak-anak, dibandingkan pengunjung dewasa dan lansia. Fungsi hiburan dan ruang publik dirasakan oleh sebagian besar pengunjung, dan untuk fungsi keseimbangan lingkungan lebih banyak dirasakan oleh pengunjung dewasa dan lansia. Sebagian besar masyarakat berpersepsi bahwa fasilitas taman pintar sudah cukup lengkap namun perlu adanya penambahan seperti fasilitas edukasi yang lebih konkret misalnya gazebo untuk tempat membaca anak.

One of Jakarta Provincial Government program in meeting the needs of public open space for the community is to build a smart garden in the district of Pulogadung, East Jakarta. The purpose of this reasearch a) Identify the suitability of the concept of smart park created by governments with the implementation by the public, b) identify public perceptions of the various functions of the smart park, c) identify the public perception of the existence of the facilities in the smart park. Data collection techniques used is a survey technique. The survey was conducted using questionnaires and indepth interviews with the Cemetery Department of Jakarta. Respondents in this study is children ages 7-18 years, adult population aged 18-60 years, and the elderly with age 60 years and older. Data processing techniques using crosstabs or cross-tabulations. Components in cross tabulation is the perception of visitors to the park function smart they feel, then the perceptions of visitors to the facility in a smart garden. There are three mismatches functions, among the functions expected by the government to those utilized by people. The main function is to educate smart park, but people feel a lot more entertainment and leisure functions. This is due to the lack of facilities that contain elements of education. Functions of green open space in the garden among other smart educational functions, entertainment function, the function of public space, and environmental balance function. The results showed that the educational function more felt by visitors children, compared to the adults and the elderly. Entertainment functions and public spaces is perceived by most visitors, and to the environmental balance function more felt by the adults and the elderly. Most people perceived that the park facilities are complete enough smart but need the addition of such educational facilities more concrete example gazebo for a child's reading.

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Taman Pintar, Ruang Publik/Green Open Space, Smart Park, Public Space.

  1. S1-2016-330804-abstract.pdf  
  2. S1-2016-330804-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-330804-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-330804-title.pdf