Laporkan Masalah

PERTUNJUKAN DRAMA KISAH PERJUANGAN SUKU NAGA KARYA W.S. RENDRA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT KOMUNIKASI JURGEN HABERMAS

SHOIM MARDIYAH, Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M.

2016 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

INTISARI Penelitian ini berjudul Pertunjukan Drama Kisah Perjuangan Suku Naga Karya W.S. Rendra dalam Perspektif Filsafat Komunikasi Jurgen Habermas. Nama W.S. Rendra tidak terlepas dari perkembangan teater rakyat atau teater tradisional menuju teater modern Indonesia. Sebagai seorang sastrawan dan dramawan, ia menyumbangkan banyak karya. Salah satu karyanya yang dikenal baik oleh masyarakat adalah naskah pertunjukan Kisah Perjuangan Suku Naga. Naskah tersebut dipanggungkan pertama kali pada tahun yang sama oleh kelompok Bengkel Teater. Kekuatan naskah tersebut terletak pada latar belakang cerita dan sisi penokohan. Naskah disusun berdasarkan hasil studi lapangan yang dilakukannya bersama Bengkel Teater. Kemudian Rendra mengemasnya dalam bentuk pertunjukan yang sarat kritik sekaligus frontal. Hal ini menimbulkan apresiasi tinggi oleh masyarakat teater, tetapi tidak bagi rezim yang berkuasa kala itu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat yang tergolong dalam jenis penelitian kepustakaan. Objek material yang dibahas dalam penelitian ini adalah naskah dan pertunjukan Kisah Perjuangan Suku Naga karya W.S. Rendra. Objek formal yang digunakan untuk menganalisis permasalahan pada objek material adalah filsafat komunikasi Jurgen Habermas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemaparan yang mendalam mengenai komunikasi yang terjalin dalam pertunjukan maupun latar belakang drama Kisah Perjuangan Suku Naga, menjelaskan filsafat komunikasi Jurgen Habermas dan menganalisis secara kritis pertunjukan drama Kisah Perjuangan Suku Naga melalui perspektif filsafat komunikasi Jurgen Habermas. Tahapan analisis dilakukan sebagai upaya mencapai unsur yang sentral dan dominan terkait analisis reflektif antara objek formal dengan objek material. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan inventarisasi dan kategorisasi, klasifikasi, analisis-sintesis, hingga evaluasi kritis, sedangkan analisis hasil penelitian dicapai melalui interpretasi, induksi dan deduksi, juga koherensi intern. Hasil yang dicapai berupa pemaparan bahwa dalam konteks pertunjukan Kisah Perjuangan Suku Naga, Rendra berhasil menciptakan ruang bertemunya komunikator (pemain) dengan komunikan (penonton) sebagaimana konsep lebenswelt yang diusung oleh Habermas. Dari proses pemanggungan hingga pertunjukan tersebut berlangsung, terdapat tindakan komunikatif yang senantiasa dilakukan sebagai bentuk praksis yang emansipatoris. Cara Rendra menggambarkan kondisi sosial-politik Indonesia yang terjadi pada masa itu, menunjukkan kesesuaian dengan konsep tindakan strategis dalam pandangan Habermas. Kata kunci: Kisah Perjuangan Suku Naga, filsafat komunikasi, tindakan komunikatif

ABSTRACT This research is about �Kisah Perjuangan Suku Naga� by W.S Rendra theatrical performance on Jurgen Habermas communication philosophy perspective. Hence W.S Rendra is a patron of the development theater in Indonesian. He owned a novel of work on Indonesian literature. One of his well known work is the script of �Kisah Perjuangan Suku Naga.� The script was first performed by the Bengkel Teater group. The fascinating of the script is on the background of the story and characterization of the figure. The story background of the script obtained from research by Rendra and Bengkel Teater. Then Rendra was instrumenting it on a stream of innovative and controversial theater performance. This research is a qualitative study on philosophic problem through literature study. The material object of this research are the theater script and performance of �Kisah Perjuangan Suku Naga� by W.S. Rendra and the formal object is Jurgen Habermas philosophy of communication to analyze the problems on material object. It is chosen as perspective to analyze and reflect social conditions that reflected on the theater performance, hence to obtain the results and answer the problems. The analysis achieved the central and dominant element related on reflective analysis between formal object and material object. This study was conducted through the several steps which are inventory and categorization, classification, analysis-synthesis, and critical evaluation. The analysis results was obtained through interpretation, induction and deduction, and internal coherence. Results obtained that in context of �Kisah perjuangan suku naga� theater performance which is Renda has created intersectional spaces for communicators (players) with the communicant (the audience) as the concept of Lebenswelt based on Habermas concept of communication. Beginning from making process of the theater until the theater performed there were communicative actions as an emancipatory praxis. How Renda describes the socio-political condition of Indonesia which happened at that time, indicating conformity with the concept of strategic action in view of Habermas. Keywords: Kisah Perjuangan Suku Naga, philosophy of communication, communicative action

Kata Kunci : Kisah Perjuangan Suku Naga, filsafat komunikasi, tindakan komunikatif