MENUJU MASYARAKAT URBAN: KEHIDUPAN PARA PENDATANG DI JAKARTA 1949-1970
RAHADIAN RANAKAMUKSA CANDI W, Dr. Nur Aini Setiawati, M.Hum.
2016 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAHSetelah kembalinya ibukota dari Jogjakarta ke Jakarta pada tahun 1949, kehidupan kota Jakarta berubah drastis. Terjadi pertumbuhan penduduk secara signifikan yang diakibatkan oleh perpindahan penduduk secara massal di Jakarta yang datang dari wilayah luar Jakarta. Para pendatang ini datang ke Jakarta untuk mencari kehidupan yang lebih layak karena Jakarta dianggap sebagai sebuah kota harapan. Periode 1949 hingga 1970 adalah periode yang penting untuk melihat betapa krusialnya pengaruh kedatangan para pendatang dalam membangun kota Jakarta sebagai sebuah kota metropolitan seperti sekarang ini. Pertama, karena kota Jakarta kedatangan para pendatang yang lebih beragam dari pada masa sebelumnya yang mempengaruhi tingkat keheterogenitasannya sebagai sebuah kota. Kedua, Para pendatang ini pada akhirnya harus dapat cepat beradaptasi dengan kehidupan kota Jakarta agar dapat menjadi bagian kehidupan sebuah kota. Ketiga, adanya perubahan-perubahan yang dihadapi sehingga banyak mengakibatkan ketidakmampuan dari para pendatang yang nantinya malah menjadi beban untuk kehidupan kota Jakarta itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode sejarah sebagai dasar penilitian, yakni : pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan.
After the return of capital from Yogyakarta to Jakarta in 1949, the Jakarta city life chaged drastically. Population growth occurred significantly caused by the displacement of the population en masse in Jakarta who came from areas outside Jakarta. These migrants came to Jakarta to seek a more decent life because Jakarta is considered as a city of hope. The period of 1949 to 1970 is an important period to see how crucially influence the arrival of migrants in development Jakarta as a metropolitan city like this now. First, since the arrival of migrants Jakarta city more diverse than previous times that affect the level of heterogeneity as a city. Second, these migrants eventually should be able to quickly adapt to city life in Jakarta to become part of the life of a city. Third, the existence of changes faced by so many result in the inability of migrants thar would even be a burden for the Jakarta city life itself. This research method as the background, in: topic selection, source collection, verification, interpretation, and writing.
Kata Kunci : Pendatang, Adaptasi, Jakarta.