Pengaruh Polutan Garam Pada Tegangan AC Lewat Denyar Isolator Tonggak
IMMANUEL M SITINJAK , Prof. Dr. Ir. T. Haryono, M.Sc.;Ir. Harnoko St, M.T.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK ELEKTROSistem tegangan tinggi saat ini telah mengalami banyak perkembangan, baik dari besarnya tegangan yang digunakan pada jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik maupun dari peningkatan isolasi yang digunakan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem isolasi yang memastikan tidak ada kontak langsung antara tiang penyangga dengan penghantar tegangan tingginya. Isolator tonggak merupakan peralatan pada saluran sistem tenaga listrik yang berguna untuk mengisolasi antara satu penghantar dengan penghantar lainnya. Isolator tonggak memiliki kegagalan yang ditandai dengan timbulnya lewat denyar (flashover). Penggunaan isolator tonggak di luar ruangan membuat perlu diketahuinya nilai tegangan ac yang bisa ditahan oleh isolator saat dipengaruhi oleh polutan garam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai tegangan ac lewat denyar pada isolator tonggak jenis saluran dan isolator tonggak jenis pin saat dipengaruhi oleh polutan garam yang berasal dari daerah pesisir pantai. Pengujian ini dilakukan dengan memberi tegangan ac hingga timbul lewat denyar pada isolator tonggak yang diberi polutan garam buatan sebesar 5 gr/liter sampai 160 gr/liter. Besar polutan garam yang menempel pada permukaan isolator diukur berdasarkan kepadatan endapan garam ekivalen (ESDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan lewat denyar isolator tonggak semakin berkurang seiring dengan meningkatnya polutan garam (ESDD) yang menempel pada permukaan isolator. Hal ini dibuktikan dengan analisis data hasil penelitian pengaruh polutan garam terhadap lewat denyar isolator tonggak dengan menggunakan Microsoft Excel, yaitu y= 217,88x2-258,48x+122,55 pada isolator tonggak saluran dan y= 205,61x2-270,27x+129,14 pada isolator tonggak pin. Dari data penelitian diketahui bahwa isolator tonggak pin memiliki kekuatan isolasi yang lebih tinggi dibandingkan isolator tonggak saluran sehingga lebih baik menggunakan isolator tonggak pin untuk daerah pesisir pantai.
High voltage system has been much developed, both from the magnitude of the applied voltage on the transmission and distribution of electric power as well as increased insulation used. Therefore, it is needed an insulation system that ensures there is no direct contact between the poles of high voltage conductors. Post insulator is an electrical power system equipment that is used for insulating one conductor from any other conductors. The use of post insulator an outdoor insulation need to know the value of ac voltage that can be held by an insulator during effected by salt pollutants. This research was conducted to determine the value of ac post insulator flashover voltage on line post insulator and pin post insulator under salt pollutants in coastal areas. This testing was done by applying ac voltage to the post insulator until flashover occurring when it was given some artificial salt pollutants having rate of 5 grams/litre up to 160 grams/litre. The level of salt pollutants that is attached on insulator surface was measured based on Equivalent Salt Deposit Density (ESDD). The results showed that the value of flashover voltage decrease along with increase salt pollutants rate (ESDD) that is attached on insulator surface. That was proved by the result data analysis of research on the effect of salt pollutants with in the post insulator flashover voltage by used Microsoft Excel, that was y= 217,88x2-258,48x+122,55 for line post insulator and y= 205,61x2-270,27x+129,14 for pin post insulator. The research data was found that pin post insulator had a higher value of insulation strength than line post insulator so that it is better to use pin post insulator in coastal areas.
Kata Kunci : lewat denyar, isolator tonggak saluran, isolator tonggak pin, tegangan ac, polutan garam