Laporkan Masalah

KELAYAKAN USAHA PEMBESARAN IKAN LELE DI KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG

LATIEF SETIAWAN , Prof. Dr. Ir. Masyhuri ; Pinjung Nawang Sari, S.P., M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk :1) menganalisis kelayakan usaha pembesaran ikan lele. 2) mengetahui konstribusi usaha pembesaran ikan lele pada pendapatan rumah tangga total. 3) mengetahui tingkat kemiskinan ekonomi rumah tangga pembudidaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Pengambilan responden dilakukan secara sensus, sebanyak 28 pembudidaya lele. Metode analisis yang digunakan untuk kelayakan usaha adalah R/C ratio, RoA, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Break Even Point, sedangkan untuk kemiskinan digunakan kriteria BPS Kabupaten Magelang, Sajogyo, FAO, ADB, dan World Bank. Hasil analisis R/C ratio, RoA, produktivitas tenaga kerja dan BEP menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan lele layak untuk diusahakan. Pendapatan usaha pembesaran ikan lele pada lokasi penelitian sebesar Rp 5.487.213 memberikan kontribusi cukup besar pada rumah tangga (27,51%). Hasil penelitian juga menunjukan bahwa berdasarkan kriteria kemiskinan Sajogyo, BPS Kabupaten Magelang, ADB, dan World Bank, rumah tangga pembudidaya pembesaran ikan lele di Kecamatan Muntilan dikategorikan tidak miskin, sedangkan berdasarkan kriteria FAO (Food and Agriculture Organization) dikategorikan miskin.

This research aims to 1) analyse the feasibility of catfish rearing business 2) estimate the contribution of catfish rearing business to the total household income 3) identify the level of poverty among the catfish farmers� household. This research uses descriptive analysis method. Also, this research favours purposive sampling method to determine the research base which is located at Muntilan district of Magelang regency. The samples were taken by the census of 28 catfish farmers. The feasibility analysis method used R/C ratio, RoA, Labour Productivity, and Break Even Point, while for poverty, BPS of Magelang Regency, Sajogyo, FAO, ADB, and World Bank criteria were used. According to the analysis of R/C ratio, RoA, Labour Productivity, and analysis of BEP, the catfish rearing business in Muntilan is feasible to be developed. The research shows that the profits of the catfish rearing business are Rp 5.487.213, gives a large contribution to the total income (27, 51%). The research also reflect that according to the poverty criteria of Sajogyo, BPS of Magelang, ADB, and World Bank, the catfish farmer households in Muntilan are categorized as not poor. On the contrary, according to FAO criteria, on average they are categorized as poor households.

Kata Kunci : kelayakan, ikan lele, kontribusi pendapatan, kemiskinan/feasibility, catfish, income contribution, poverty.

  1. S1-2016-331097-abstract.pdf  
  2. S1-2016-331097-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-331097-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-331097-title.pdf