Laporkan Masalah

Integrasi Penginderaan Jauh dan SIG Untuk Penentuan Jalur Optimum Berdasarkan Tingkat Kemacetan di Sebagian Ruas Jalan Kecamatan Cibinong Kab.Bogor

MUHAMAD BAMBANG SUWAHYUONO, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Kecamatan Cibinong di jadikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bogor berada di antara dua wilayah yang saling mempunyai arti penting dalam kesinambungan suatu kota, Dimana sebelah utara dari wilayah kajian adalah Provinsi DKI Jakarta dan sebelah selatan berbatasan dengan Kota Bogor. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengkaji kemampuan citra GeoEye-1 dalam memperoleh parameter ruas jalan dan penggunaan lahan (2) Memetakan tingkat kemacetan di sebagian ruas jalan Kec Cibinong (3) Memetakan jalur optimum di sebagian ruas jalan Kec.Cibinong. Metode dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yang pertama adalah tahap persiapan: memastikan keberadaan data, persiapan alat dan bahan, survey lapangan, tahap yang kedua adalah tahap pelaksanaan: georeferensing citra, interpretasi visual, uji akurasi data, reinterpretasi, dan pemrosesan dan analisis data, tahap ketiga adalah tahap akhir: menganalisis hasil data yang sudah diolah hingga mendapatkan peta tingkat kemacetan dan membuat simulasi jalur optimum, membuat laporan hasil akhir. Hasil dari penelitian ini menyajikan data: (1) Hasil akurasi tingkat interpretasi penggunaan lahan hingga 93,9%. (2) Tingkat kemacetan dalam tiga perhitungan waktu, pagi hari memiliki tingkat pelayanan lebih tinggi yang mengarah ke utara (DKI Jakarta), siang hari memiliki tingkat pelayanan yang relatif rendah, sore hari memiliki tingkat pelayanan lebih tinggi yang mengarah ke selatan (Kota Bogor). (3) Pemetaan jalur optimum memiliki dua perhitungan waktu pagi dan sore hari. Perhitungan pada pagi hari melalui Jl. HR Lukhman yang mengarah ke selatan dari arah timur, Jl.HR Lukhman hanya dilalui oleh satu arah saja. Perhitungan sore hari jalu optimum melalui Jl. Kayu Manis dari arah timur menuju ke selatan ataupun sebaliknya, karena Jl. Kayu Manis dapat dilalui oleh dua arah.

Cibinong subdistrict in use as the administrative center of Bogor located between two mutually area of significant importance in the continuity of a city, where north of the study area is Jakarta and the south by the city of Bogor. The purpose of this study: (1) Assessing the ability of GeoEye-1 imagery in obtaining the parameters of roads and land use (2) Mapping the level of congestion on some roads Cibinong District (3) Mapping the optimum path in some roads Kec.Cibinong. The methods in this study consisted of three phases, the first is the preparation stage: ensuring the availability of data, preparation of tools and materials, field survey, the second stage is the stage of implementation: georeferensing imagery, visual interpretation, test data accuracy, reinterpretation, and the processing and analysis data, the third stage is the final phase: analyzing the results of the data that has been processed to obtain a map of the level of congestion and create simulations optimum path, making a final results report. The results of this study presents the data: (1) The results of the interpretation of land use accuracy rate of up to 93.9 %. (2) The level of congestion in the three computation time, morning had a level of service higher heading north (Jakarta), during the day have a level of service that is relatively low, the afternoon has a level of service higher towards the south (city of Bogor), (3) Mapping the optimum path has two computation time of the morning and afternoon. Calculations on the morning through Jl . HR Lukhman leading to the south of the east, Jl.HR Lukhman just passed by in one direction only. The calculation of the optimum spur the afternoon through Jl. Kayu Manis from east to south or toward the back, because Jl . Kayu Manis can be passed by two-way.

Kata Kunci : Interpretasi Visual Citra GeoEye-1, Tingkat Kemacetan, jalur optimum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.