Zonasi Potensi Gerakan Massa Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta
RIZKI NANDA SAPUTRA, I Gde Budi Indrawan S.T., M. Eng., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIMenurut data statistik bencana BPBD Kulon Progo (2014), gerakan massa merupakan bencana alam tertinggi yang sering terjadi di Kulon Progo, namun masih minim mitigasi terhadap bencana ini. Salah satu upaya mitigasi bencana gerakan massa adalah melakukan penelitian dengan pemetaan zona potensi gerakan massa tanah dan batuan dengan metode pembobotan oleh Departemen Pekerjaan Umum (2007). Kemudian alasan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk menguji kesesuaian kriteria yang ada. Berdasarkan metode pembobotan Departemen Pekerjaan Umum (2007) yaitu aspek fisik alami (kemiringan lereng, kondisi tanah, kondisi batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan, dan vegetasi) dan aspek aktivitas manusia (pola tanam, penggalian dan pemotongan lereng, pencetakan kolam, drainase, pembangunan kontruksi, kepadatan penduduk, dan usaha mitigasi) zona potensi gerakan massa Desa Jatimulyo dibagi menjadi 3 zona yaitu zona dengan sensitivitas tingkat potensi gerakan massa rendah, zona dengan sensitivitas tingkat potensi gerakan massa sedang, dan zona dengan sensitivitas tingkat potensi gerakan massa tinggi. Setelah mengevaluasi kriteria aspek aktivitas manusia ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap zona dengan sensitivitas tingkat potensi gerakan massa daerah penelitian hal ini dikarenakan aktivitas manusia yang masih minim
According to statistical data disaster of the BPBD Kulon Progo (2014), the mass movement is the highest natural disastersthat frequently occur in Kulon Progo, but the mitigation towards this disaster is still low. One of the mitigation mass movement is doing a research with potential zones mapping soil and rock mass movement use a weighting method of the Department of Public Works (2007). The reason for doing this research is to test the suitability of the existing criteria. Based on the weighting method of the Department of Public Works (2007), the natural physical aspect (slope soil, soil conditions, the condition of the rock making up the slope, rainfall, water management slopes, seismicity, and vegetation) and human activity aspect (cropping, drilling and cutting slopes, printing pool, drainage, building construction, population density, and the mitigation effort) zones of potential mass movement Desa Jatimulyo divided into three zones: They are thezone with sensitivity level of the potential low mass movement, the zones with sensitivity level of the potential of themedium mass movement , and zones with sensitivity levels of potential high mass movement. After evaluating the criteria ofaspects human activity aspect, it shows that there is no influence towards the zone with sensitivity level of potential mass movement of this research. It caused of the low human activity.
Kata Kunci : Zone with sensitivity level of potential mass movement, Departemen of Public Work Method (2007)