Laporkan Masalah

DISPARITAS PENGALAMAN SEKSUAL REMAJA MENURUT STATUS WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI INDONESIA (Analisis Data SDKI 2012)

DYAH AYU WANDANSARI , Dr. Umi Listyaningsih S.Si., M.Si

2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan karakteristik dan pengalaman seksual remaja berdasarkan status wilayah serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengalaman seksual remaja. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya bonus demografi yang menyebabkan penduduk usia remaja berjumlah sangat banyak yang dapat menimbulkan permasalahan. Keadaan tersebut memicu permasalahan kesehatan, terutama kesehatan reproduksi remaja. Remaja masih mempunyai akses terbatas untuk memperoleh pengetahuan dan informasi tentang kesehatan reproduksi yang benar dan memadai. Hal tersebut menyebabkan perilaku seksual remaja dapat mengarah ke hal yang negatif. Salah satunya adalah hubungan seksual pranikah yang semakin meningkat Lokasi penelitian berada di 33 provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data skunder yang bersumber dari data SDKI tahun 2012 dengan jumlah sampel sebanyak 19.882 remaja (8.641 remaja di perdesaan dan 11.241 remaja di perkotaan). Analisis data yang digunakan adalah dengan tabel frekuensi silang untuk mengetahui karakteristik remaja, tabel silang/crosstab untuk mengetahui perbedaan hubungan seksual pranikah remaja menurut status wilayah serta uji korelasi untuk mengetahu faktor yang mempengaruhi pengalaman seksual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik remaja yang melakukan hubungan seksual di kedua wilayah hampir sama. Persentase remaja yang melakukan hubungan seksual di kedua wilayah hampir sama yaitu mendekati angka 8%. Remaja yang melakukan hubungan seksual didominasi oleh remaja laki-laki umur 20-24 tahun. Pengalaman seksual remaja berhubungan dengan faktor-faktor sosial demografi, perilaku pacaran, konsumsi NAPZA, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi serta sumber informasi tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.

The purpose of this study was to describe the characteristics and adolescent sexual experiences are based on the status of rural and urban areas and the factors that influence adolescent sexual experience. Background of the study because of the demographic bonus that cause the adolescent population aged very much. Circumstances lead to health problems, especially adolescent reproductive health. Adolescent still have limited access to knowledge and information about reproductive health and adequate. This led to teen sexual behavior can lead to negative thing. One is an increase in premarital sexual relations. This study are located in 33 provinces in Indonesia. This study uses secondary data obtained from the data IDHS 2012 with a sample of 19.882 adolescents (8,641 adolescents in rural areas and 11 241 adolescents in urban areas). Analysis of the data used is a single frequency table to determine the characteristics of adolescents, crosstab to determine differences in adolescent premarital sexual relations according to the status of the area as well as the correlation to determine the factors that influence adolescent sexual experience. The results showed that the characteristics of adolescents who had sexual intercourse in the two regions almost equally. The percentage of adolescents who had sexual intercourse in the two areas is almost the same that almost 8%. Adolescent who had sexual intercourse dominated by young men aged 20-24 years. Adolescent sexual experience relating with socio-demographic factors, courtship behavior, drug consumption, knowledge about reproductive health as well as a source of information about reproductive health knowledge.

Kata Kunci : remaja, pengalaman seksual, uji korelasi/adolescent, sexual experience, correlation test

  1. S1-2016-331017-abstract.pdf  
  2. S1-2016-331017-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-331017-title.pdf