Laporkan Masalah

ETIKA POLITIK ISLAM DALAM PEMIKIRAN HAMKA

ALWAN TAFSIRI A, Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si.

2016 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Problematika moral dalam kehidupan politik saat ini telah menjelma menjadi permasalahan bersama yang patut mendapatkan perhatian. Ketimpangan sosial yang muncul di masyarakat menunjukkan dekadensi moral politik dalam kaitannya dengan tujuan, sarana dan aksi politik. Kasus korupsi, kolusi, nepotisme dan fenomena ketidakadilan sangat mudah dijumpai dalam pemerintahan Indonesia. Problem-problem semacam ini kemudian menimbulkan pertanyaan apa problem dasar yang melatarbelakangi permasalahan-permasalahan tersebut. Setelah dikaji dan diperhatikan lebih dalam, permasalahan-permasalahan tersebut berhulu pada kebobrokan moral yang saat ini sudah terjadi di semua lini kehidupan. Hamka sebagai sosok sejarawan, budayawan sekaligus ulama� telah mewanti-wanti bahwasannya kerusakan moral adalah awal dari segala kehancuran. Hamka bukanlah sosok yang asing di kalangan Bangsa Indonesia. Sosok yang dikenal tidak pernah selesai mengenyam pendidikan formal namun menjadi sosok idola dan ulama panutan semasa hidupnya. Oleh karenanya dalam skripsi ini peneliti berusaha mengkaji pemikiran Hamka sejauh tentang persoalan etika politik Islam. Tujuannya adalah untuk menyingkap refleksi filosofis Hamka dalam memahami Al-Qur�an dan As-Sunnah yang terkait etika politik Islam. Model penelitian skripsi ini termasuk penelitian kualitatif atau library research. Data primer yang digunakan diambil dari tulisan-tulisan orisinil Hamka dan dipadukan dengan data sekunder dari penelitian lain yang terkait dengan pemikiran Hamka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi, verstehen, intepretasi, komparasi dengan pemikiran tokoh lain dan kesinambungan historis. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa Hamka sangat intens dalam menekankan pentingnya moral politik dalam semua aspek kehidupan politik. Hamka mewajibkan sesorang pemimpin harus sehat dan memiliki ilmu pemerintahan yang mumpuni. Tujuan politik pemerintahan dalam Islam adalah keadilan dengan berdasarkan Al-Qur�an, Sunnah Nabi dan musyawarah mufakat. Motivasi moral politik Islam menurut Hamka adalah atas dasar hak asli dan nasionalisme. Persoalan politik adalah urusan duniawi dan Allah menyerahkan urusan tersebut kepada manusia sendiri untuk menyelesaikannya dalam batasan yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur�an dan As-Sunnah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Hamka mengandaikan sebuah politik pemerintahan yang santun berdasarkan Al-Qur�an dan As-Sunnah.

The problematics of moral today has became common issues that deserved more attention. Social inequality showed as decadence of moral politics in the objective, means and political actions. The problem of corruptions, collusions, nepotism and injustice phenomenon is very easy to found in Indonesia Government. So, what the main problems of this cases? After some studies and practices more, the main problem of this case was depravitied or moral destructions. Hamka as one of famous public figure in his era has said that the beginning of the end was moral decays. Hamka known as Ulama�, historian, man of letters, etc. Hamka has written many articles, poetries that favored by the people. Hamka was known as intelligent Ulama� who never completed his formal studies. In this studies the writer want to examined the Hamka toughts that concerning about moral or political ethics in Islam. This study was classified as qualitative research or library research. The primary source of this study are all Hamka essays abaout Islamic political ethics and the other resourse that related. The analysis data of this study used the description, verstehen, intepretation, comparison and historical continuity. The analysis of this study denoted that Hamka was emphasized the importance of morality in politics. Hamka required that the leader should be healthy and have capables in political science administration. The objective of political government in Islam is about justice that based on the Quran and the Sunnah and the social consensuses. The basic motivation of Islamic political ethics was original right or human right and nationalism. The god has handed over political affairs as affairs of the human with based on the Quran and Sunnah. The conclution of this study that Hamka craved that Islamic political ethics must be reconciled to Qur�an and Sunnah.

Kata Kunci : Islam, Al-Qur�an, As-Sunnah, Tujuan, Sarana, Aksi Politik ; Islamic Political Ethics, Qur�an, Sunnah, Objective, Means, Political Actions

  1. S1-2016-335904-abstract.pdf  
  2. S1-2016-335904-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-335904-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-335904-title.pdf