Jurnalisme Presisi pada Media Online (Studi Kasus Manajemen Redaksional Pandit Football Ditinjau dari Konsep Jurnalisme Presisi Tahun 2015)
TJOK KHRESNA WIJAYA PUTRA, Wisnu Martha Adi Putra, S.I.P., M.Si.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIInternet dengan segala inovasinya membawa media berevolusi dengan menawarkan banyak hal baru, seperti konvergensi dan jurnalisme online. Media online memberikan pengalaman baru dalam hal konsumsi informasi, termasuk informasi terkait sepak bola. Pandit Football hadir sebagai sebuah media sepak bola yang menawarkan suatu bentuk penulisan yang bisa dikatakan jarang ditemukan di industri media sepak bola Indonesia, yakni konten berbasis analisis dan bercerita. Mengambil bentuk sebagai media online, Pandit Football memilih untuk memproduksi artikel yang panjang dan mendalam dengan mengandalkan kerja jurnalisme presisi untuk mendukung pemberitaan analisisnya. Hal ini berdampak pada waktu pengerjaan konten yang memakan waktu cukup lama serta membutuhkan usaha ekstra keras untuk disiplin melaksanakan berbagai tahapan dalam kerja jurnalisme presisi. Ruang redaksi harus diatur sedemikian rupa agar dapat mengakomodasi hal ini. Misalnya: pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai anggota redaksi atau pengaturan jadwal kerja penulis senior dan junior yang harus seimbang agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Ruang redaksi kemudian juga membentuk satu alur kerja yang sebenarnya lebih menyerupai alur kerja media cetak daripada media online pada umumnya. Hal ini ditandai dengan kehadiran editor yang bertugas mengedit tulisan sebelum dipublikasikan sekaligus melakukan proses gate keeping. Ada juga tahapan riset dan pengembangan cerita yang didedikasikan khusus untuk melakukan kerja jurnalisme presisi yang melibatkan metode penelitian kuantitatif di dalamnya. Pandit Football turut mengembangkan strategi untuk mengatasinya keterlambatannya dalam mengunggah berita, yakni dengan memprediksi/mencegat isu dan memaksimalkan upaya dalam pembuatan artikel yang menarik serta mendalam yang memungkinkan untuk menarik perhatian pembaca walaupun ia hadir terlambat dibandingkan berita-berita dari media lain.
The Internet, with all the innovation brought the media evolved by offering a lot of new things, such as media convergence and online journalism. Online media provides a new experience in terms of information consumption, including football-related information. Pandit Football, was coming as football media that offers a form of writing that could be said to be rarely found in Indonesia football media industry, which is analysis-based content and storytelling content. Taking form as the online media, Pandit Football choose to produce a longer written and insightful article by relying on precision journalism to support its analysis. This resulted in a long work time and requires extra hard effort to implementing various phases in the precision journalism. Newsroom should be arranged in such a way to accommodate this. For example: the selection of qualified human resources as a member of the newsroom or setting work schedules for senior author and junior author should be balanced so that the work can be completed on target. Newsroom then also establish a workflow that is actually more like print media workflow than online media workflow in general. It is characterized by the presence of the editor in charge of editing the article before it is published and doing the gate keeping process in the same time. There are also stages of research and development that are dedicated specifically to perform precision journalism work. Pandit Football also developed a strategy to overcome the delay in uploading news, which is by predicting/intercept issues and maximize efforts in making interesting and insightful article that allows to attract the reader's attention even though he comes late than news from other media.
Kata Kunci : media online, konten analisis, jurnalisme presisi